3 Adab Wanita Pergi Ke Masjid Untuk Salat Berjamaah

3 Adab Wanita Pergi Ke Masjid Untuk Salat Berjamaah

3 Adab Wanita Pergi Ke Masjid Untuk Salat Berjamaah

3 Adab Wanita Pergi Ke Masjid Untuk Salat Berjamaah

Jika wanita keluar menuju masjid untuk shalat beramaah, haruslah memperhatikan adab-adab sebagai berikut:

Pertama: Hendaknya menutup diri dengan pakaian dan hijab

Aisyah r.a. berkata: “Adalah wanita melakukan shalat bersama Rasulullah Saw., kemudian mereka pulang sambil menyelimuti diri mereka dengan kain lebar mereka. Mereka tidak dikenali karena Subuh itu sangat pagi sekali.”

Kedua: Hendaknya keluar tanpa mengenakan wangi-wangian

Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu melarang wanita menuju masjid-masjid Allah. Hendaklah mereka keluar tanpa mengenakan wangi-wangian”.

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Wanita manapun yang menyentuh wangi-wangian (dari asap kayu cendana atau semacamnya), janganlah sekali-kali ia shalat berjama’ah bersama kami dalam shalat Isya”.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Zainab, isteri Ibn Mas’ud ia berkata: “Jika salah seorang di antara kamu hadir berjama’ah di masjid, maka janganlah ia menyentuh (mengenakan) wangi-wangian”. Hadits ini menunjukkan ahwa keluarnya wanita ke masjid, hanya dibolehkan jika tidak ada unsur fitnah (mengganggu hati) atau yang menggerakkan ke arah fitnah itu, seperti wangi-wangian dari asap kayu cendana atau semacamnya, selain itu bahwa idzin dari suami untuk keluarnya para isteri ke masjid adalah jika keluarnya mereka tidak mengandung unsur yang berdampak adanya fitnah (gangguan hati), seperti minyak wangi atau perhiasan yang tampak lainnya.

Ketiga: Hendaknya jangan keluar seraya berdandan dengan pakaian indah atau perhiasan

Aisyah Ummul mu’minin berkata: “Seandainya Rasulullah Saw. melihat dari wanita kini apa yang kami lihat, pasti beliau melarang mereka pergi ke masjid, sebagaimana Bani Israil melarang wanita mereka menuju tempat ibadah mereka”. As-Syaukani, dalam Nailul Authar, mengomentari kata-kata ‘Aisyah, “Seandainya beliau melihat dari wanita apa yang kami lihat” : Maksudnya ialah: pakaian-pakaian indah, aroma mewangi dan perhiasan yang mereka kenakan dan penampilan mereka dengan dandanan kecantikan mereka. Padahal wanita dahulu di zaman Nabi Saw., mereka keluar dengan mengenakan kain-kain lebar, busana-busana dan selimut-selimut tebal.

Kesimpulan

Dari nukilan-nukilan di atas, kiranya kita ketahui bahwa wanita keluar rumah untuk shalat ‘id diizinkan syari’at dengan syarat-syarat. Yaitu: kesenantiasaan berpegang pada norma Islam, kuatnya rasa malu, bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, turut serta bersama ummat Islam dalam berdo’a, dan untuk meninggikan syi’ar Islam. Bukan tujuannya untuk memamerkan perhiasan dan menggulirkan diri dalam kancah fitnah dan kemadharatan yang lainnya.

Demikian uraian singkat tentang Adab Wanita Pergi Ke Masjid Untuk Salat Berjamaah mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/