40 Novel Karya Remy Sylado Berkonten Porno Disita dari Sekolah

40 Novel Karya Remy Sylado Berkonten Porno Disita dari Sekolah

40 Novel Karya Remy Sylado Berkonten Porno Disita dari Sekolah

40 Novel Karya Remy Sylado Berkonten Porno Disita dari Sekolah
40 Novel Karya Remy Sylado Berkonten Porno Disita dari Sekolah

Sebanyak 40 novel berkonten pornografi karya Remy Sylado disita dari perpustakaan SMPN

2 Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Tak hanya itu, novel-novel ini telah beredar di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Timur.

Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Aceh Timur Subkti tak menampik soal penemuan novel tersebut. Ia mengatakan, setelah mendapat informasi soal novel yang mengandung konten pornografi itu, pihaknya langsung turun dan menelusuri peredarannya.

“Kita menurunkan tim ke lokasi dan mengumpulkan 40 buku tersebut. Sudah diamankan,“ kata Subkti saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (5/2).

Subkti mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas Arsip

dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Aceh terkait beredarnya novel berkonten dewasa itu.

“Kita sudah menyurati Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh,” ujarnya.

Atas penemuan ini, Subkti mengimbau kepada seluruh petugas perpustakaan sekolah di Aceh Timur agar memeriksa dan mengecek novel-novel tersebut, sehingga tidak beredar lagi dan dibaca para pelajar.

“Seluruh petugas (kita minta) di perpustakaan untuk memeriksa buku yang masuk dari segala sumber mana pun,” tuturnya.

Ia menambahkan, imbauan yang disampaikannya yakni, jika ditemukan novel Karya Remy Sylado yang dimaksud dan pengarang lain berkonten pernografi segera diamankan dan disita serta melapor ke pihaknya.

“Masyarakat diminta untuk melaporkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Aceh Zulkifli

saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan terkait beredarnya buku novel berkonten pornografi di sekolah.

“Silakan hubungi Pak Dedi (Sekretaris Badan Arpus Arsip Aceh). Dia lebih paham,” kata Zulkifli saat dihubungi JawaPos.com.

Namun sayangnya, orang yang dimaksud tidak berada di tempat ketika akan ditemui di Gedung Perpustakaan Wilayah (Puswil) Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

“Pak Dedi tidak ada di sini. Tadi ada masuk tapi sudah keluar. Coba dihubungi aja kalau ada nomornya,” kata seorang petugas keamanan.

Buku novel berkonten dewasa berjudul Perempuan Bernama Arjuna itu diketahui telah beredar di sekolah-sekolah. Informasi penemuan novel ini merebaknya sejak akhir Januari.

Atas temuan itu, hingga saat ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Aceh belum mengeluarkan dan memberikan pernyataan resmi terkait penemuan novel itu.

 

Sumber :

https://balad.org/resensi-adalah/