Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah
Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Pengingkaran sunnah sudah ada pada abad ke dua hijri. Tetapi pemikiran itu punah dan baru muncul lagi setelah mendpat dukungan moral dan material dari kolonila barat yang memang berusaha untuk melumpuhkan Islam dengan merontokkan pilarnya yang kokoh yaitu sunnah nabi.
Tujuan colonial itu jelas sekali dengan munculnya kelompok “Ahlul Qur’an” yang menolak hadits secara keseluruhan dan menerima al-Qur’an saja, dan mereka mempunyai argument-argumen :

a) Argument pertama

Mereka berpendapat bahwa agama harus di landaskan pada suatu yang pasti. Apabila kita mengambilhadits/sunnah, maka landasan agama itu tidak pasti.

b) Argument kedua

Dalam saryi’at Islam tidak ada dalil lain keculai alQur’an. Allah berfirman : Artinya : tidaklah kami alakan sesuatu pun dalam al-kitab (al-Qur’an)

Apabila kita berpendapat bahwa al-Qur’an masih memerlukan penjelasan maka itu berarti kita secara tegas mendustakan al-Qur’an dan sekaligus mendustakan kedudukan al-Qur’an yang membahas segala hal secara tuntas.

c) Argument ketiga

Al-Qur’an tidak memerlukan tidak memerlukan penjelasan justru sebaliknya al-Qur’an merupakan penjelas terhadap segala hal, Allah berfirman : Artinya : dan kami turunkan kepadamu al-kitab (al-Qur’an) sebagai penjelasan terhadap segala hal.

Ayat ini dipakai dalil oleh para pengingkar sunnah baik tempo dulu maupun masa kini, dimana mereka menganggap bahwa al-qur’an sudah cukup karena sudah memberikan penjelasan terhadap segala hal.

d) Argument lain

Pengingkar sunnah berpendapat kiranya Allah menghendaki agar al-Qur’an sajalah yang menjadi sumber hokum Islam. Karena Allah juga menjamin keutuhan dan kelestarian al-Qur’an samapi hari kiamat Allah berfirman :
Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya

e) Bantaha terhadap pengingkaran sunnah

Ø Bantahan terhadap argument pertama

Alasan mereka bahwa sunnah itu dhanni (dugaan kuat). Sedangkan kita di haruskan mengikuti yang pasti (yakin). Maka masalahnya tidak demikian, sebab al-Qur’an sendiri meskipun kebenarannya sudah di yakini sebagai kalamullah, namun tidak semua ayat memberikan pengertiannya masih dhani, Allah berfirman : Artinya : Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran

Maka yang dimaksud dengan kebenaran (al-haq) disini adalah masalah yang sudah tetap dan pasti, jadi maksud yat ini selengkapnya adalah, bahwa dhanni itu tidak dapat melewati kebenaran yang sudah tetap dengan pasti. Sedang dalam halmenerima hadits, masalahnya tidak demikian.

Ø Bantahan terhadap argument kedua

Kelompok pengingkar sunnah baik pada masa lalu maupun belakangan, umumnya “kekurangan waktu” dalam mempelajari al-Qur’an. Hal ini karena mereka kebanyakan memakai dali aat 89 surah An-Nahl yaitu : Artinya : dan kami turunkan kepadamu al-kitab (al-Qur’an) sebagai penjelasan terhadap segala hal.

Padahal pada ayat 44 surah an-Nahl itu juga Allah berfirman : Artinya : dan kami turunkan Al-Qur’an kepadamu agar kamu menjelaskan kepada manusia kan hal-hal yang diturunkan kepada mereka.

Apabila Allah sendiri yang menurunkan al-Qur’an itu sudah membebankan kepada Nabi-Nya agar ia menerangkan isi al-Qur’an, maka dapat di benarkan seorang muslim menolak keterangan atau penjelasan tentang isi al-Qur’an tersebut, dan memaka al-Qur’an sesuai pemahamannya sendiri seraya tidak mau memakai penjelasan yang berasal dari Nabi SAW?

Ø Bantahan terhadap argument lain

Tuduhan mereka bahwa Rasulullah SAW melarang menulis hadits bahkan menyuruh untuk membakar naskah-naskah hadits, begitu pula tentang sikap Umar yang menginstruksikan pembakaran naskah-naskah hadits serta ia pernah memukul dan menahan sejumlah sahabat yang terlalu banyak meriwayatkan hadits.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/