Asbanun Nuzul Surah Ad-Dhuha Berdasarkan Beberapa Riwayat Hadits

Asbanun Nuzul Surah Ad-Dhuha Berdasarkan Beberapa Riwayat Hadits

Asbanun Nuzul Surah Ad-Dhuha Berdasarkan Beberapa Riwayat Hadits

 

Asbanun Nuzul Surah Ad-Dhuha Berdasarkan Beberapa Riwayat Hadits
Asbanun Nuzul Surah Ad-Dhuha Berdasarkan Beberapa Riwayat Hadits

Surah Ad-Dluha

yaitu surah yang ke 93 dari 114 surah dalam Al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekkah atau dikenal dengan istilah surah Makkiyah. Allah swt., menurunkan surah ini degan lantaran dan maksud. Oleh lantaran ini lantaran dan maksud inilah, kami akan ungkap secara detail sebab-sebab tunrunnya sesuai dengan beberapa hadits yang dilontarkan oleh beberapa perawi hadits atau ulama hadits. Namun sebelum kita kupas beberapa riwayat tentang asbabunnuzul dari surah Ad-Dhuha, kita baca dulu ayat dan terjemahan dari surah Ad-Dhuha sebagai diberikut:

وَالضُّحَىٰ﴿١﴾وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ﴿٢﴾مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ﴿٣﴾وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ﴿٤﴾وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ﴿٥﴾أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰوَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ﴿٧﴾وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ﴿٨﴾فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ﴿٩﴾وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ﴿١٠﴾وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Terjemahan

1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik.
2. Dan demi malam apabila sudah sunyi.
3. Rabbmu tiada meninggalkan engkau dan tiada (pula) benci kepadamu.
4. Dan bergotong-royong selesai itu lebih baik bagimu daripada permulaan.
5. Dan kelak niscaya Rabbmu mempersembahkan karunia-Nya kepadamu, kemudian (hati) engkau menjadi puas.
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim kemudian Dia melindungimu?
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang gundah kemudian Dia mempersembahkan petunjuk?
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang belum sempurnanya kemudian Dia mempersembahkan kecukupan?
9. Adapun terhadap anak yatim, maka tidakbolehlah engkau berlaku sewenang-wenang!
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, maka tidakbolehlah engkau menghardiknya!
11. Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Baca Juga: Rukun Iman

Asbabun Nuzulnya

Ada beberapa riwayat yang membicarakan tentang lantaran turunnya surah Ad-Dhuha diantaranya sebagai diberikut :

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah merasa kurang yummy tubuh sehingga tidak sholat malam satu atau dua malam. Maka hadirlah seorang perempuan berkata kepadanya : “Hai Muhammad saya melihat syaitanmu (yang dimaksudkan syaitan oleh perempuan itu yaitu malaikat Jibril), sudah meninggalkan engkau”. Maka Allah menurunkan ayat ini yaitu ayat 1-3, yang menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan Muhammad dan tidak membencinya. (Diriwayatkan oleh As-Syaikhani dan yang lainnya yang bersumber dari Jundud)

Diriwayat lain dikatakan bahwa Jibril untuk beberapa usang tidak hadir kepada Rasulullah saw, berkata kaum musyrikin : “Muhammad sudah ditinggalkan”. Maka turunlah ayat 1-3 yang membantah ucapan-ucapan mereka (Diriwayatkan oleh Said bin Mansur dan Al-Faryabi yang bersumber dari Jundud).

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw berhari-hari tidak di hadiri oleh Jibril, maka berkatalah Ummu Jamil istri Abu Lahab: “Aku tidak berkesimpulan lain kecuali bahwa teman dekatmu (Jibril) sudah meninggalkan engkau dan murka kepadamu”. Maka turunlah ayat 1-3 sebagai bantahan atas anggapannya. (Diriwayatkan oleh Hakim yang bersumber dari Zaid bin Arqam)

Hadits

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa sebuntut anak anjing masuk kerumah Rasulullah saw, dan tinggal di bawah ranjangnya sampai mati. Ketika itu selama empat hari Rasulullah tidak mendapatkan wahyu. Rasulullah saw bersabda : “Hai Khaulah, ada apa dirumahku ini sehingga Jibril tidak hadir kepadaku”. Khaulah berkata : ” Ketika saya memmembersihkankan rummah dan menyapunya, tersapu dari bawah ranjang sebuntut anak anjing yang sudah mati, kemudian saya keluarkan”. Ketika itu saya lihat Rasulullah saw menggetar kedinginan padahal dia berjubah dan biasanya apabila turun wahyu, dia biasa menggetar”.

Pada waktu itu turun ayat 1-5. (Diriwayatkan oleh At-Thabrani dan Ibnu Abi Syaiban di dalam musnadnya dan al-Wahidi dan lain-lainnya dengan sanad didantaranya seorang yang tidak dikenal oleh Hafsah bin Maezarah al-Qurasy dari ibunya, yang bersumber dari Ibnu Khaulah (nenek Maesarah)
Keterangan : Menurut al-Hafiddh ibnu Hajar : Kisah lambatnya turun yang disebabkan anak anjing itu Mahsyur, akan tetapi sebagai lantaran turunnya ayat itu sangat gharib bahkan ganjil dan terbantah oleh riwayat dalam kitab shahih Bukhri.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Khadijah berkata: “Barangkali Tuhanmu murka kepadamu”. ayat 1-5 ini turun . (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abdullah bin Syadad)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa sudah usang Jibril tidak hadir kepada Nabi saw, sehingga dia merasa sangat cemas. Khadijah berkata : ” Aku kira Tuhanmu sudah murka kepadamu lantaran terlihat dari kecemasanmu”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Urwah).

Keterangan : Kedua riwayat Ibnu Jarir di atas, mursal akan tetapi rawi-rawinya tsiqat (kuat). Menurut Al-Hafidh bahwa kedua riwayat itu jelas, yaitu dari Ummu Jamil untuk menyatakan dendam kesumatannya, dan dari Khadijah sebagai rasa ikut murung dan cemas.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kepada Nabi dijanjikan kemenangan kepada ummatnya, sehingga Rasulullah saw bergembira karenanya. Ayat ini turun berkenaan dengan insiden itu (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalail dan At-Thabrani dan lain-lainnya yang bersuber dari Ibnu Abbas)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Diperlihatkan kepadaku kemenangan-kemenangan yang akan diperoleh oleh ummatku, setelah saya (meninggal), sehingga saya merasa sangat gembira”. Maka turunlah ayat 4 berkenaan dengan peristiea itu. (Diriwayatkan oleh at-Thabrani di dalam kitab al-Ausath yang bersumber dari Ibnu Abbas isnadnya hasan)