Umum

Bertasawuf dalam Dunia Modern

Bertasawuf dalam Dunia Modern

Bertasawuf adalah upaya melatih jiwa dan mental dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh dunia, sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah SWT, dengan kata lain, tasawuf adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan mental rohaniah agar selalu dekat dengan Tuhan.

Bertasawuf bukanlah sesuatu yang tabu untuk dilakukan sebab selama ini masyarakat menganggap ilmu tasawuf hanya dipakai oleh orang-orang pilihan. Masyarakat menganggap tasawuf tidak berguna untuk kehidupannya, karena tasawuf yang mereka artikan adalah menjahui dunia untuk mendekatkan diri dengan tuhan, padahal dunia memang dibutuhkan oleh orang yang bertasawuf sebagai jembatan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

 Di dalam kehidupan masayarakat modern, terutama masyarakat perkotaan saat ini, bertasawuf sebenarnya diperlukan oleh mereka, hanya saja mereka menganggap tasawuf tidak penting dalam hidupnya.

Pentingnya tasawuf dalam kehidupan masayarakat adalah sebagai penyeimbang kehidupan karena berdasarkan realita yang ada, kehidupan masyarakat perkotaan sudah diwarnai oleh bermacam-macam perilaku yang diakibatkan oleh penyalahgunaan kemajuan teknologi dan kesibukan aktifitas. Yang imbasnya bisa kita lihat langsung dalam kehidupan nyata karena bertasawuf dianggap tidak perlu sebab tidak memberikan keuntungan dalam kehidupan mereka yang kebanyakan bersifat materialistik, hanya memikirkan kesenangan duniawi dan yang menjadi pertimbangannya hanya apakah hal tersebut memberikan keuntungan atau tidak baginya, dan sebaliknya.

Saat ini kita berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern, atau sering pula disebut sebagai masyarakat yang sekuler. Pada umumnya hubungan antara anggota masyarakat tersebut berdasar atas prinsip-prinsip materialistik. Mereka merasa bebas dan lepas dari kontrol agama dan pandangan dunia metafisis. Dalam masyarakat modern yang cenderung rasionalis, sekuler, dan materialis ternyata tidak menambah kebahagiaan dan ketentraman hidupnya.

Berkaitan dengan keadaan tersebut, Sayyid Hosein Nasr menilai bahwa akibat masyarakat modern yang mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi, berada dalam wilayah pinggiran eksistensinya sendiri. Masyarakat yang demikian merupakan masyarakat yang telah kehilangan visi keilahian. Hal ini menimbulkan kehampaan spiritual, yang berakibat banyak dijumpai orang yang stress dan gelisah, akibat tidak mempunyai pegangan hidup.

Disorientasi Manusia Modern

Krisis spiritual yang telah banyak diungkapkan sebelumnya pada gilirannya telah menimbulkan apa yang disebut dengan “disorientasi” pada manusia modern. Ketika kita mengatakan “orientasi”, ini tentu mengandung arti “memberi arah”, dan dengan demikian orientasi tidak bisa tidak, kecuali mengandaikan adanya arah dan tujuan. Tidak mungkin kita bisa mengorientasi diri kita, kecuali kita telah mengetahui tujuan, ke arah mana kita akan berjalan. Kata “disorientasi” yang merupakan negasi dari orientasi, karena itu akan terjadi ketika kita tidak tahu lagi arah, mau kemana kita pergi, bahkan juga dari mana kita berasal. Maka jika kita coba kaitkan dengan keadaan yang dialami kebanyakan orang-orang modern, yang hanya membatasi dirinya pada dunia fisik, maka mereka tidak akan dapat mengorientasikan diri mereka sendiri dengan benar, dan hanya akan berputar-putar tanpa arah di dunia yang senantiasa berubah dan akan musnah kelak ini.

Kondisi yang selanjutnya akan muncul antara lain adalah adanya perasaan terasing/teralienasi baik dari diri sendiri, alam sekitar, dan Tuhan pencipta alam. Sulit nampaknya bagi manusia modern untuk mengenal diri mereka yang sejati. Ketika manusia hanya mementingkan aspek dari dirinya, padahal menurut para sufi, mereka itu mempunyai aspek/dimensi spiritual, maka kegoncangan dan ketidakstabilan jiwanya tidak sulit untuk dibayangkan. Mungkin lebih jelasnya bisa kita contohkan pada diri kita sendiri, kita umpamakan diri kita ini sebagai manusia modern dengan kriteria negatif seperti yang telah diungkapkan di atas, dalam hal thaharah/ bersuci, kalau dalam agama islam sendiri kan sudah dijelaskan mengenai batasan-batasan dalam thaharah. Tetapi kalau melihat kebanyakan dari manusia modern itu malah cenderung hanya membersihkan tubuh mereka semata, dan lupa untuk membersihkan kotoran-kotoran jiwa mereka, maka tak sulit untuk menjawab mengapa orang-orang modern banyak mengalami goncangan dan penyakit jiwa. Maka stres dan penyakit hati, iri, dengki, hipertensi pun telah menjadi penyakit yang sangat umum diderita manusia modern.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/

Similar Posts