Perkebunan

Budidaya buncis

Budidaya buncis

Budidaya buncis

Budidaya buncis
Budidaya buncis

Di Indonesia terdapat dua tipe tanaman buncis. Ada yang tumbuhnya merambat dan tegak. Buncis yang merambat bisa memiliki ketinggian hingga 2 meter dan mudah rebah. Oleh karena itu, perlu bantuan lenjeran bambu untuk menopangnya. Sedangkan tipe yang tegak tinggi hanya 60 cm dan tidak memerlukan lenjeran bambu untuk tumbuh. Pada kesempatan kali ini, kami akan menguraikan cara-cara budidaya buncis tipe merambat.

Pengolahan lahan untuk budidaya buncis

Pengolahan lahan untuk budidaya buncis organik sedikit berbeda dengan pengolahan tanah untuk sayuran daun. Pertama-tama tanah dicangkul untuk digemburkan. Campurkan kapur secukupnya apabila kondisi tanah asam. Kemudian buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm.
Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris dengan jarak antar baris 50-60 dan jarak dalam baris 30 cm. Masukkan pupuk kandang atau kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, kira-kira satu genggaman tangan. Untuk satu hektar tanaman dibutuhkan sekitar 20 ton pupuk kandang atau kompos. Biarkan kompos tersebut selama 1-3 hari.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/budidaya-jamur-tiram/

Penanaman dan Pemeliharaan

Benih yang sudah siap kemudian dimasukkan pada lubang tanam sebanyak 2 biji/lubang. Lakukan penyiraman setiap sore sampai benih tumbuh. Selanjutnya penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca saat tanam. Setelah itu lakukan pemupukan awal dengan dosis pupuk kandang 15 ton/hektar, TSP 250 kg /hektar, dan KCl 250 kg /hektar. Kemudian dilakukan pemupukan lanjut dengan pupuk urea dan ZA dengan komposisi 1:2 sebanyak 300 kg/hektar. Pemupukan lanjut diberikan saat usia tanam menginjak 1 dan 3 minggu, masing-masing diberikan setengah dosis. Pemupukan bisa ditaruh dalam lubang sedalam 10 cm dengan jarak 10 cm dari tanaman buncis, kemudian tutup kembali dengan tanah. Lakukan juga penyulaman pada bibit yang tidak tumbuhsebelum 7-10 hari pasca tanam. Cek secara berkala dan lakukan penyiangan saat sebelum pemupukan dan saat gulma sudah terlalu lebat. Perhatikan kondisi tanaman dan hindarkan dari hama serta penyakit yang mampu merusak tanaman. Gunakan pestisida yang tepat sesuai dosisnya. Untuk rambatan buncis kita bisa menggunakan alternatif lain seperti menggunakan tali rapia dan bambu sebagai tiang rapia. Karena tanaman buncis sangat rentan dengan penyakit maka kita perlu lebih teliti dalam pemeliharaannya. Kita bisa mengontrol keadaan tanaman buncis kita antara satu minggu dua kali.

Similar Posts