Budidaya Gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum

Budidaya Gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum

Budidaya Gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum

Budidaya Gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum

 

Latar Belakang

           Dalam usaha budidaya suatu tanaman, tentu tidak lepas dari berbagai kendala dan gangguan dari berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), antara lain hama, penyakit, maupun gulma. Salah satu, yang paling sering menyerang adalah gulma. Gulma adalah tumbuhan yang keberadaannya tidak diinginkan serta dapat menimbulkan gangguan dan kerusakan bagi tanaman budidaya maupun aktivitas manusia dalam mengelola usahataninya.

Sangat sulit untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangan gulma pada area pembudidayaan tanaman, karena gulma memiliki sifat-sifat, antara lain pertumbuhannya cepat, mempunyai daya saing yang kuat dalam memperebutkan faktor-faktor kebutuhan hidupnya, mempunyai toleransi yang besar terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, mempunyai daya berkembang biak yang besar secara vegetatif dan atau generatif, alat perkembangbiakannya mudah tersebar melalui angin, air, maupun binatang, dan bijinya mempunyai sifat dormansi yang memungkinkannya untuk bertahan hidup dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Dengan sifat-sifat tersebut, gulma dapat dengan mudah tumbuh serta berkembang dengan pesat di area tanaman budidaya. Pada umumnya, gulma dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan ciri morfologinya, yaitu teki-tekian, berdaun lebar, dan rumput-rumputan. Untuk mengendalikan gulma, dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain kultur teknis, cara mekanis, cara hayati, penggunaan racun rumput (herbisida), dan pengendalian gulma secara terpadu.

 

 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ilmu gulma gulma yaitu untuk mengetahui klasifikasi , habitat, asal , deskripsi serta manfaat dari gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum.

Kegunaannya, yaitu agar praktikan dapat mengidentifikasi jenis gulma apa saja yang tumbuh pada lahan pertanian dan dapat mengetahui klasifikasi , habitat, asal , deskripsi serta manfaat dari gulma Leptochloa chinensis dan Panicum maximum.

 

 Klasifikasi Gulma

 

Leptochloa chinensis

Kingdom         : Plantae

Superdivision  : Spermatophyta

Division           : Magnoliophyta

Class                : Liliopsida

Subclass          : Commelinidae

Ordo                : Cyperales

Family             : Poaceae

Genus              : Leptochloa P. Beauv.

Species            : Leptochloa chinensis (L.) Nees (Ferreira L, 2005)

 

Panicum maximum

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Angiospermae

Kelas               : Monocotyledoneae

Ordo                : Graminales

Family             : Graminaceae

Genus              : Panicum

Spesies            : Panicum maximum (Nanda,2012)

 

Habitat

Pertumbuhan gulma dan luas penyebarannya di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tempat gulma tersebut tumbuh, praktek-praktek bercocok tanam, dan juga jenis tanaman pangan yang ada. Faktor-faktor lingkungan seperti jenis dan tingkat kesuburan tanah, ketinggian tempat, keadaan air tanah, dan habitat (tempat tinggal makhluk hidup) yang berperan dalam membatasi pertumbuhan dan penyebaran gulma. Komunitas gulma dalam habitatnya berbeda-beda dari satu tempat ke tempat yang lainnya, baik pada jenis pertanaman yang sama maupun jenis pertanaman yang berbeda (Bangun, 1987).

Leptochloa chinensis

Lahan basah, rawa, atau sungai di daerah dataran rendah terbuka. Dapat tumbuh di tanah berat atau ringan, sepanjang sungai dan saluran air, di lahan sawah. (Johnson, 2010)

Panicum maximum

            Tumbuh baik terutama di tempat teduh, lembab, daerah di bawah pohon dan semak-semak dan sering terlihat di sepanjang sungai. Sering juga ditemukan di hutan terbuka. (Ferreira L, 2005)

 

Asal Tanaman

 Leptochloa chinensis

Afrika Tenggara, dari Kenya ke Afrika Selatan, Asia, dari India dan Sri Lanka ke Asia Tenggara, juga China, Jepang, dan Korea, Australia, New Guinea. (Johnson, 2010)

Panicum maximum

            Berasal dari Afrika , dan secara luas didistribusikan di Afrika Selatan, kecuali untuk sebagian besar di daerah Western Cape. Namun, saat ini dapat ditemukan di hampir semua bagian tropis dunia. (Ferreira L, 2005)

 

Deskripsi Tanaman

Leptochloa chinensis

Sebuah tanaman tahunan yang berumbai dan halus, memiliki tinggi sampai dengan 120 cm.

Batang : ramping, berongga, tegak atau meninggi dari dasar bercabang, perakaran

pada node yang lebih rendah, halus dan tanpa bulu, umumnya memiliki 10-20 node, dan dapat mencapai setinggi 50-100-cm.

Daun: halus, linier, panjang 10-30 cm, panjang membrane ligule 1-2.

Perbungaan: sempit oval, malai longgar, panjang poros utama 10-40 cm, dan

dengan cabang yang berbentuk duri seperti cabang menyirip, panjang bulir 2-3,2 mm, keunguan atau hijau dan 4-6 bunga. (Mannetje, 2010)

Panicum maximum

Termasuk tumbuhan tidak lengkap karena tidak ada tangkai daun, mempunyai lembaran daun, terdapat bagian pelepah daun, daunnya menyirip, batang berarus sircular batang, bunga dan strukturnya berbentuk bulat berwarna coklat, termasuk kelompok bunga rumput, tumbuh di daerah tropis, berakar serabut, termasuk angiospermae (berbiji tertutup), dan merupakan monokotil. Ciri-cirinya bersifat perennial, batang tegak, kuat, dan membentuk rumpun. Akarnya membentuk serabut dalam, buku dan lidah daun berbulu. Warna bunga hijau atau keunguan (Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai pegunungan 0–1200 m di atas permukaan laut. (Nanda,2012)

 

Manfaat

 Leptochloa chinensis

Leptochloa chinensis digunakan sebagai pakan untuk hewan. Biji-bijinya dapat berfungsi sebagai makanan bencana kelaparan di Afrika Timur. (Johnson, 2010)

Panicum maximum

            Digunakan sebagai tanaman pakan ternak karena tanaman ini memiliki daun yang tinggi dan produksi benih sehingga sangat cocok untuk pakan ternak. Hal ini juga banyak dibudidayakan sebagai padang rumput dan terutama digunakan untuk membuat jerami berkualitas baik. (Ferreira L, 2005)

 

Pembahasan

 Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Ada dua jenis gulma yang dibahas pada praktikum ini yaitu Leptochloa chinensis dan Panicum maximum. Terdapat beberapa perbedaan dintara kedua gulma ini yaitu antara lain :

  1. Leptochloa chinensis

           Umumnya terdapat di Lahan basah, rawa, atau sungai di daerah dataran rendah terbuka. Dapat tumbuh di tanah berat atau ringan, sepanjang sungai dan saluran air, di lahan sawah. Sedangkan, Panicum maximum

umumnya Tumbuh baik terutama di tempat teduh, lembab, daerah di bawah pohon dan semak-semak dan sering terlihat di sepanjang sungai. Sering juga ditemukan di hutan terbuka.

  1. Deskripsi Tanaman Leptochloa chinensis

           Yaitu sebuah tanaman tahunan yang berumbai dan halus, memiliki tinggi sampai dengan 120 cm. Batangramping, berongga, tegak , daunnya halus, linier, panjang 10-30 cm. Sedangkan, Panicum maximum daunnya menyirip, batang berarus sircular batang, bunga dan strukturnya berbentuk bulat berwarna coklat, berakar serabut, bersifat perennial, batang tegak, kuat, dan membentuk rumpun.

  1. Manfaat Leptochloa chinensis

           Digunakan sebagai pakan untuk hewan. Biji-bijinya dapat berfungsi sebagai makanan bencana kelaparan di Afrika Timur. Sedangkan manfaat Panicum maximum digunakan sebagai tanaman pakan ternak karena tanaman ini memiliki daun yang tinggi dan produksi benih sehingga sangat cocok untuk pakan ternak. Hal ini juga banyak dibudidayakan sebagai padang rumput dan terutama digunakan untuk membuat jerami berkualitas baik.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/