Tentang Malaikat Izrail

Tentang Malaikat Izrail

Agama

Tentang Malaikat Izrail Malaikat Izrail Izrail adalah Malaikat pencabut nyawa dan salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril, Mikail, dan Israfil dalam ajaran Islam. Nama Izrail tidak pernah disebut dalam Al-Qur’an. Walau begitu ia selalu disebut dengan Malak al Mawt atau Malaikat Maut yang oleh sebagian kalangan diidentikkan sebagai Izrail. Wujud Izrail Malaikat Izrail

Wujud Malaikat Mikail

Wujud Malaikat Mikail

Agama

Wujud Malaikat Mikail Wujud Malaikat Mikail Dari kepala malaikat Mikail hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faron. Jika seluruh air di lautan dan sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, nescaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah. Di atas setiap bulu-bulunya, terdapat sebanyak satu juta muka. Mulut Malikat Mikail Setiap muka malaikat Mikail ini pula

Malaikat Mikail Dan Tugasnya

Malaikat Mikail Dan Tugasnya

Agama

Malaikat Mikail Dan Tugasnya Malaikat Mikail Mikail adalah malaikat yang mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Dikatakan setiap satu makhluk yang memerlukan rezeki untuk hidup di dunia ini akan diselia rezekinya oleh satu malaikat Karubiyyuun. Malaikat Mikail adalah salah satu di antara Pembesar Malaikat

Pengertian Aswaja Lengkap

Pengertian Aswaja Lengkap

Agama

Pengertian Aswaja Lengkap Arti Ahlussunah Wal Jama’ah Secara etimologi kata Ahlussunah Wal Jama’ah terdiri dari tiga kata, yaitu: Ahli (pengikut), sunnah (jalan, tempat berlalu, ajaran) dan jama’ah (Kumpul, kelompok). Dalam pandangan lain kata sunah terkadang disamakan dengan “Tharekat” (jalan, ajaran), walaupun secara prinsipil keduanya terdapat perbedaan. Sunnah biasanya lebih merujuk pada sesuatu yang dinukil dari

ASWAJA SEBAGAI LANDASAN BERFIKIR (Manhaj al-Fikr)

ASWAJA SEBAGAI LANDASAN BERFIKIR (Manhaj al-Fikr)

Agama

ASWAJA SEBAGAI LANDASAN BERFIKIR (Manhaj al-Fikr)   Sebagaimana ditetapkan dalam khittah 1926, Aswaja (Ahlussunnah wal jamaah) adalah cara berfikir, bersikap, dan bertindak bagi warga Nahdliyin. Sikap dasar itu yang menjadi watak IPNU, dengan watak keislamannya yang mendalam dan dengan citra keindonesiaannya yang matang. Cara Berfikir Cara berfikir menurut IPNU sebagai manifestasi ahlussunah wal jama’ah adalah

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah

Agama

Argument-Argumen Pengingkar Sunnah Pengingkaran sunnah sudah ada pada abad ke dua hijri. Tetapi pemikiran itu punah dan baru muncul lagi setelah mendpat dukungan moral dan material dari kolonila barat yang memang berusaha untuk melumpuhkan Islam dengan merontokkan pilarnya yang kokoh yaitu sunnah nabi. Tujuan colonial itu jelas sekali dengan munculnya kelompok “Ahlul Qur’an” yang menolak

sholat sunnah istisqo'

sholat sunnah istisqo’

Agama

sholat sunnah istisqo’   sholat istisqo’ Sholat Istisqa’ merupakan sholat sunnah yang dikerjakan untuk meminta turunnya hujan. Sholat Sunnah Istisqo’ dilakukan pada saat kemarau yang berkepanjangan dan tak kunjung usai. Sebelum mengerjakan sholat Istisqo’, imam supaya memerintahkan seluruh penduduk masyarakat sekitar untuk berpuasa selama tiga hari, bertaubat, tidak mengerjakan perbuatan dosa dan memperbanyak bersedekah. Pada

Niat shalat jama' taqdim dzuhur

Kumpulan Niat shalat jama’ taqdim

Agama

Kumpulan Niat shalat jama’ taqdim Niat shalat jama’ taqdim dzuhur أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى “Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa”. “Aku sengaja shalat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala” Untuk shalat Asharnya tidak perlu menggunakan niat shalat jamak

Penjelasan Shalat Qashar

Penjelasan Shalat Qashar

Agama

Penjelasan Shalat Qashar Shalat Qashar Shalat qashar berarti meringkas. Rukhsah shalat qasar ialah meringkas 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Contoh, shalat dzuhur dikerjakan 2 rakaat, begitupun shalat ashar dan isya. Shalat yang dapat di qashar hanyalah shalat dengan jumlah 4 rakaat yaitu shalat dhuhur, ashar, dan isya’, sedangkan untuk shalat maghrib dan subuh tidak dapat