Faadhil Raih Peringkat 3 Asian Mountainbike 2018

Faadhil Raih Peringkat 3 Asian Mountainbike 2018

Faadhil Raih Peringkat 3 Asian Mountainbike 2018

Faadhil Raih Peringkat 3 Asian Mountainbike 2018
Faadhil Raih Peringkat 3 Asian Mountainbike 2018

Dalam dunia pendidikan, siswa yang berprestasi biasanya di bidang akademik,

seperti olimpiade sains. Namun lain halnya dengan Muhammad Faadhilah Setiawan, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 27 Bandung. Menurut Faadhil, begitu ia akrab disapa, olahraga downhill yang memicu adrenalin tinggi adalah pilihannya mencapai prestasi. Sebagai bukti, Faadhil berhasil meraih peringkat 3 Asian Mountainbike 2018.

Siswa kelahiran Bandung, 16 tahun yang lalu ini, memulai profesi sebagai atlet downhill profesional sejak duduk di kelas 8 sekolah menengah pertama (SMP). “Pertama kali dibelikan sepeda oleh orang tua, saya pakai setiap hari. Mulai berangkat sampai pulang sekolah,” ujarnya saat diwawancara via telepon seluler, Jumat (19/4/2019).

Awal ketertarikannya pada olahraga downhill saat ia mengikuti teman-temannya

yang mengajak berpetualang sembari bersepada ke Palintang, Ujungberung. Diawali mencoba trek mudah untuk pemula, Faadhil semakin jatuh cinta dengan olahraga downhill. “Saya merasa hal ini sangat seru dan menyenangkan. Juga berhasil menguji nyali saya,” tutur Fadil.

Mulai saat itu, ia terus berlatih dan menguji kemampuannya di Cikole, Lembang. Di sanalah Faadhil melihat para atlet maupun pemula berlatih di trek sesungguhnya. Setelah berlatih berbulan-bulan, ia pun menerima ajakan temannya mengikuti perlombaan.

“Semangat saya mulai terpicu dengan lolosnya di beberapa kualifikasi perlombaan pemula, walaupun pada awalnya hanya menggunakan sepeda pinjaman,” ujarnya.

Setelah lolos kualifikasi, Faadhil pun mulai mengikuti perlombaan lainnya,

seperti di Mountain Bike Enduro Nasional. Pada ajang ini, ia berhasil menyabet juara. Keinginannya pun semakin kuat mencoba perlombaan lain, hingga sempat menyabet peringkat 2 di ajang yang sama di Pekalongan. Walaupun begitu, bukan berarti Faadhil tak pernah mendapatkan masalah atau rintangan.

“Saya pernah jatuh dan cedera, seperti jari kelingking dan tangan patah saat mengikuti kompetisi di Malang. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat saya,” ucapnya.

Sampai saat ini, Faadhil tetap semangat mengikuti perlombaan. Karena, melalui downhill-lah ia mendapat berbagai pengalaman dan berhasil mengikuti pelatihan nasional dalam kompetisi besar di Indonesia seperti Asian Games. Lewat latihan yang sungguh-sungguh pula Fadhil mampu mendapatkan posisi ketiga di tingkat Asia yang digelar di Cikole, Lembang tahun 2018.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/