Foging Dinkes Sampang Dinilai Tak Tepat Sasaran

Foging Dinkes Sampang Dinilai Tak Tepat Sasaran

Foging Dinkes Sampang Dinilai Tak Tepat Sasaran

Foging Dinkes Sampang Dinilai Tak Tepat Sasaran
Foging Dinkes Sampang Dinilai Tak Tepat Sasaran

Foging atau pengasapan untuk menguranggi resiko gigitan nyamuk Aedes Aegypti penyebab

Demam Berdarah Denger (DBD) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, terkesan setengah hati dan kurang terfokus pada titik penyebaran nyamuk penyebab kematian tersebut.

Pasalnya, semenjak musim penghujan terjadi di wilayah Sampang, sudah ada dua korban terjangkit DBD, yang pertama di Desa Gunung Madah dan kedua di Kelurahan Gunung Sekar.

“Kemarin tetangga dan kawan saya menjalani rawat inap karena DBD, mereka bukan warga yang kemarin mendapatkan foging,” kata Guntur Wahab, Anggota DPRD Sampang, yang mengetahui warganya terkana DBD, Minggu (6/1/2019).

Guntur meminta kepada Dinas Kesehatan agar lebih memperhatikan daerah

yang sudah terbukti ada korban DBD. Tidak hanya melakukan foging tapi tidak tepat sasaran. “Kalau berdasarkan data, seluruh wilayah Sampang rawan DBD, oleh sebab itu, kalau mau melakukan foging seharusnya merata bukan hanya pada titik tertentu,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Asrul Zani menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan standart pelayanan untuk mencegah penularan penyakit (DBD) yang sebelumnya sudah ada korban.

“Kegiatan ini kita lakukan lantaran diperoleh informasi ada sejumlah warga

yang diduga terserang penyakit DBD,” ungkapnya.

Berdasarkan teori jika ada kasus DBD pada suatu titik maka akan dilakukan penyelidikan Epidemiologi terlebih dahulu setelah itu melihat apa ada kasus pada salah satu titik tersebut yang kemungkinan penderita terkena di daerah tersebut.

“Kami akan melaksanakan foging untuk membunuh nyamuk dewasa yg membawa virus dengue dan abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk di tempat penampungan air,” jelasnya.

Terpisah, saat dihubungi lewat seluler Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Hanian Maria Farouq menjelaskan fogging atau pengasapan dianggap bukan langkah yang tepat sebagai upaya pencegahan wabah DBD.

“Terpenting adalah masyarakat bisa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar yakni 3M (menutup, menguras, mengubur kaleng bekas yg bisa jadi perkembangbiakan nyamuk,” pungkasnya.

 

Baca Juga :