Pendidikan

Hadis pada Masa Rasulullah saw

Hadis pada Masa Rasulullah saw

Nabi saw adalah guru sunnah terbaik. Dalam periode inilah sunnah terbentuk dan di amalkan secara konsisten dan universal. Dengan metode pengajaran yang baik, para sahabat semakin tertarik untuk terus mengikuti pengajaran Nabi saw. Sejumlah penulis ‘ulumul al-hadis mencatat paling tidak ada tujuh metode yang dipakai Nabi saw. Dalam mengajarkan ilmu sunnah sebagaimana yang dilakukan Muhammad ‘Ajjaj Al-Khatib dan Abu Zahra, yaitu tadarruj (gradual), Markaz at-ta’lim (memiliki pusat kegiatan pengajaran), Husn at-tarbiyyah wa ta’lim (metode pendidikan dan pengajaran yang baik), Tanwi’ wa taghyir (membagi dan memilah masalah), tathbig al-amali (aplikasi langsung), mura’ah al-mustawiyat al-mukhalifah (berdasarkan tingkat perbedaan kecerdasan), Taisir wa ‘adam at-tasydid (mempermudah dan melenyapkan kesukuran), ta’lim an-nisa (mengajari kaum wanita). Namun disini metode Rasul itu akan dijelaskan berdasarkan klasifikasinya sesuai sudut pandang objektifnya.[1]

  1. Cara Penyampaian Hadis pada Masa Rasulullah

Dalam menyampaikan pengajaran Nabi saw memiliki cara-cara tertentu mendidik sahabat-sahabatnya kejalan sunnah. Cara-cara itu merupakan bagian dari keberhasilan manajemen dakwah Nabi saw merubah sahabat menjadi generasi yang memiliki tingkat kepengikutan yang tinggi kepada sunnah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Husn at-tarbiyyah wa ta’lim

Nabi memberikan pengajaran dan pendidikan dengan cara yang baik sehingga sahabat mrasa puas dengan keterangan dan perilaku Nabi. Beliau adalah guru yang penuh keikhlasan, perhatian, kasih syang dan sopan dalam penyampaiannya. Ketika berceramah Rasul memberikan keterangan yang jelas dengan suara yang lantang dan tegas. Diriwayatkan bahwa ekspresi Nabi saw berpidato seakan-akan sebagai seorang komando perang yang siap bertempur, ia penuh semangat dan antusias. Bahkan ia tidak enggan untuk mengulang penjelasannya ketika ada sahabat yang belum memahami uraiannya. Jika ada pertanyaan, beliau memberikan jawaban lebih dari yang ditanya oleh si penanya.

sumber :

Similar Posts