Umum

Hajjah Rangkayo Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum perempuan

HAJJAH RANGKAYO RASUNA SAID

BIOGRAFI

Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Maninjau Agam Sumatra Barat pada 14 September 1910 dan meninggal di Jakarta,2 November pada umur 55 tahun. Ia merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga merupaka pahlawan nasional Indonesia. Seperti Kartini, ia juga memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Hajjah Rangkayo Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum perempuan, terbukti bahwa beliau sempat mengajar di Diniyah School Putri. Namun pada tahun 1930, Rasuna Said berhenti mengajra karena memiliki pendangan bahwa kemajuan kaum perempuan tidak hanya didapat dengan mendirikan sekolah, tetapi harus disertai dengan perjuangan politik.
Ketika Rasuna Said lulus dari Sekolah Dasar kemudian Rasuna diminta ayahnya untuk belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah, yang dipimpin Syekh Abdul Rasyid. Di pesantren ini ia menjadi murid perempuan satu-satunya. Ia dikenal sebagai siswi yang cerdas, tangkas dan pemberani. Tahun 1923 ia masuk ke Sekolah Diniyah (Diniyah School) di Padang Panjang yang dipimpin oleh Zainuddin Labai El-Yunusi. Tanggal 28 Juni 1926 terjadi gempa bumi yang hebat disertai letusan Gunung Merapi di Padang Panjang. Para siswa Sekolah Diniyah akhirnya kembali ke kampung halamannya. Rasuna Said kemudian melanjutkan dengan mengikuti sekolah yang dipimpin Haji Abdul Majid namun hanya sebentar.
Pada tahun 1930 Rasuna Said memutuskan untuk masuk ke sekolah Sumatra Thawalib. Sekolah ini merupakan hasil perkembangan dari Surau Djembatan Besi. Dibawah pimpinan Haji Udin Rahmani15, ia memperoleh sifat dan kepribadian seorang pejuang. Seminggu sekali para murid Sumatra Thawalib wajib mengikuti latihan pidato dan debat. Rasuna Said yang terkenal kepandaiannya, diakui oleh teman-temannya sebagai orator ulung.16 Lama pendidikan di Sekolah Thawalib ialah empat tahun, namun Rasuna Said dapat menyelesaikannya hanya dalam kurun waktu dua tahun. Rasuna Said menempuh pendidikan terakhirnya ke Islamic College di Padang, saat memasuki usia 23 tahun. Selama menempuh pendidikan, Rasuna Said bergabung dalam kegiatan kepenulisan atau jurnalistik. Hal ini yang membawanya terpilih menjadi pimpinan redaksi majalah Raya.


Sumber: https://bengkelharga.com/

Similar Posts