Umum

Ide revolusioner yang dimaksud adalah ide-ide mengenai ilmu pengetahuan dan pendidikan

STOVIA

Awal Perjalanan Pergerakan Nasional Indonesia

Benih-benih pemikiran revolusioner mulai berkembang dari abad ke 17 di Eropa dan pada abad ke 18 ide-ide tersebut telah berhasil tersebar ke seluruh penjuru Eropa. Ide revolusioner yang dimaksud adalah ide-ide mengenai ilmu pengetahuan dan pendidikan. Pemikiran serta ide ini disebut sebagai pencerahan jaman di Eropa. pendidikan dan pengetahuan yang sebelumnya berpusat pada gereja kemudian berkembang lebih mengutamakan nalar seperti menghidupkan roh-roh pengetahuan dari jaman Yunani dan Romawi, tuntutan kebebasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh rakyat tanpa berlandaskan agama, pemisahan peranan antara agama dan gereja sehingga negara dapat menentukan kebijakan-kebijakannya sesuai dengan keinginan rakyatnya. Terjadinya perubahan pandangan mengenai gereja dan negara tersebut menyebar ke seluruh penjuru Eropa. Negeri Belanda juga mendapat pengaruh bidang politik dari pandangan pencerahan ini dan akhirnya abad ke 19 paham mengenai kebebasan dari perbudakan serta kebebasan dalam pendidikan terbawa ke nusantara.
Pembukaan daerah Hindia-Belanda bagi modal asing di tahun 1870 membawa jalannya pendidikan diarahkan kepada kebutuhan pemerintah akan pegawai dan kebutuhan pengusaha asing akan buruh. Orang-orang pribumi diberi pendidikan untuk membantu agar para pemodal yang membuka usaha di wilayah Hindia Belanda terbantu dengan pekerja murah sehingga menarik para pemodal yang lain untuk datang dan akhirnya pemerintah dapat memperoleh keuntungan dari kegiatan usaha di Hindia Belanda ini. Melihat kebutuhan pegawai untuk pemerintah dan para pengusaha, pendidikan bagi kaum pribumi dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama merupakan sekolah dasar kelas satu. Ditujukan untuk anak-anak para priyayi, bangsawan, dan aristokrat. Tujuan untuk memenuhi kebutuhan pegawai pemerintah, pegawai para pedagang, pegawai para pengusaha. Lama belajar 5 tahun. Selain ilmu dasar baca, tulis, dan hitung diajarkan pula ilmu bumi, sejarah, pengetahuan alam, menggambar, dan pengukuran tanah. Bahasa pengantar dengan menggunakan bahasa daerah dan melayu. Guru yang mengajar berasal dari sekolah guru ( kweekschool ) sehingga siswa menjadi lebih terampil. Untuk dapat sekolah di sini wajib untuk membayar uang sekolah. Bagian kedua adalah sekolah dasar kelas dua. Sekolah ini diperuntukkan bagi pribumi biasa. Tujuannya hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dalam pengajaran di kalangan rakyat biasa. Materi pelajaran yang diberikan hanya membaca, menulis, dan berhitung. Lama pendidikan 3 tahun. Guru yang mengajar tidak harus dari lulusan sekolah guru.

Bermula dari kebutuhan tenaga kesehatan untuk orang pribumi, tahun 1811 beberapa orang pribumi diberi pelatihan untuk menjadi juru cacar. Semakin banyaknya kebutuhan juru cacar maka pelatihan diberikan secara regular kepada rakyat pribumi. Sekolah ini mulai dibuka pada tahun 1851, lama pendidikan ditambah satu tahun dari pelatihan juru cacar sehingga menjadi 2 tahun dan pengajarnya dari dokter serta apoteker militer. Sekolah ini disebut sekolah dokter jawa, para lulusannya diberi gelar dokter jawa. Materi pelajaran yang diberikan mengenai pengetahuan penyakit, perawatan bagi orang sakit dan pembedahan ringan. Kemunculan Sekolah Dokter Jawa yang kemudian namanya berubah menjadi STOVIA ini ternyata mampu merubah sejarah bangsa Jawa, sebuah bangsa yang penakut dan selalu patuh pada atasan, menjadi bangsa yang mempunyai kepribadian. Keadaan ini tidak lain disebabkan oleh adanya sistem pendidikan. Meskipun hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat bumiputra, tetapi ternyata mampu membuka cakrawala baru. Keadaan masyarakat Jawa yang semakin terbelakang dan tertinggal dari bangsa-bangsa asing lain di Jawa, semakin diberinya batasan antara golongan priyayi dan rakyat dengan mendirikannya sekolah untuk perwira bumiputra yang hanya boleh dimasuki oleh anak-anak priyayi saja, serta perasaan takut para pembesar terhadap atasannya baik atasan bumiputra maupun Belanda, ternyata mendapat perhatian sebagian kecil siswa-siswa STOVIA itu.

SUmber: https://digitalcamera.co.id/

Similar Posts