Pendidikan

Identitas Muslim

Identitas Muslim

Identitas Muslim

Identitas Muslim

Muslim adalah

sebutan bagi penganut atau atau pemeluk Aagam Islam. Dengan demikian, islam dan Muslim memiliki pengertian atau makna yang berbeda: islam adalah agama muslim adalah penganutnya.

      Identitas utama seorang muslim ialah “Takwa”. Dalam Lisanul Arabdijelaskan bahwa kata “Takwa” mengandung makna menolak  sesuatu dari sesuatu dengan selainnya, menjaga sesuatu dan sebagainya.Ittaqillah berarti menjadikan sesuatu sebagai penjaga antara hamba dengan Tuhan atau sesuatu sebagai penjaga antara hamba dengan Tuhan atau sesuatu yang menjaga seseorang untuk tidak melanggar aturan-Nya. Dengan kata lain, Takwa ialah menjaga diri (waspada) dari segala yang dilarang karena rasa takut kepada Allah.

Karakter takwa tersebut diaktualisasikan dalam bentuk:

  1. Al-Musyaratoh (mengikat perjanjian), maksudnya adanya janji atau kesaksian untuk menjaga diri dari aspek-aspek negatif yang mengganggu iman.
  2. Al-Muraqabah (selalu mengawasi diri), yaitu melakukan pengawasan melekat pada diri sendiri atas segala tindakannya (ihsan).
  3. Al-Mujahadah (bersungguh-sungguh). Firman Allah dalam surat Al-Ankabut ayat 69

    Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami,benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

    Jihat dalam ayat di atas bersifat umum yakni bersunguh-sungguh mencari Ridha Allah, seperti Jihadun Nufus (bersungguh-sungguh dalam ibadah). Orang yang bermujahadah tersebut digolongkan sebagai Muflihun atau orang-orang sukses. (surat Ali Imran ayat 200).

  1. At-Taslim (berserah diri), seorang muslim Ridha atas hukum Tuhan, berlapang dada dan bersersh diri (tawakkal).

      Sesuai dengan makna Islam (tunduk dan menyerah), maka ajaran pokok Islam adalah zikrullah. Laki-laki yang ta’at, benar, sabar, khusu’, bersedekah, puasa, memelihara kehormatannya, yang banyak berzikir, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar (Al-Ahzab ayat 35).

Menurut cara melaksanakannya, zikir terbagi 2 yaitu:

  1. Zikir Qolbi (hati) atau zikir khafi;
  2. Zikir Lisan (Lidah) atau ucapan.

Dari segimateri bacannya zikir ada tiga macam, yaitu:

  1. Zikir bacaan khusus;
  2. Zikir Nafi Isbat, yaitu kalimat Lailaha Illalloh. (Tahlil);
  3. Zikir Asma Allah yaitu ucapan Allah atau Asmaul Husna.

    Berzikir kepada Allah merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya dan melupakan-Nya merupakan sikap tercela. Orang yang selalu berzikir berarti tidak lupa pada eksistensinya dirinya sebagai hamba Allah. Dia selau terikat kepada Allah. Zikir juga dipahami sebagai komunikasi antara hamba dengan Tuhan, karena Tuhan lebih mengetahui hamba yang mengingat-Nya dan melupakan-Nya.


Baca Juga :

Similar Posts