Umum

Intervensi Keperawatan

Intervensi Keperawatan

Penurunan curah jantung b/d malformasi jantung

Tujuan :           Klien menunjukkan tanda vital dalam batas yang normal yang ditandai dengan: disritmia terkontrol, tidak sesak, bebas dari gagal jantung.

Intervensi :

1)     Observasi kualitas dan kekuatan denyut jantung, nadi perifer, warna dan kehangatan kulit.

Rasional : Penurunan curah jantung dapat menunjukan menurunnya nadi perifer. Pucat menunjukan menurunnya perfusi perifer sekunder terhadap tidak adekuatnya curah jantung.

2)     Tegakkan derajat sianosis (sirkumoral, membrane mukosa, clubbing).

Rasional :        Sianosis dapat terjadi sebagai refraktori GJK. Area yang sakit sering berwarnabiru atau belang karena peningkatan kongesti vena.

3)     Monitor tanda-tanda CHF (gelisah, tachikardia, tachipnea, sesak, lelah saat minum susu, periorbital edema, oliguria)

Rasional :        Tanda-tanda CHF merupakan indikator penilaian terhadap adanya gagal jantung dan untuk menentukan intervensi selanjutnya.

4)     Berkolaborasi dalam pemberian digoxin order, dengan menggunakan teknik pencegahan bahaya toksisitas.

Rasional :        Insiden toksisitas tinggi (20%) karena sempitnya batas antara rentang terapeutik dan toksik. Digoxin harus dihentikan pada adanya kadar obat toksik, frekuensi jantung lambat.

5)     Berikan pengobatan untuk menurunkan after load.

Rasional :        Obat digunakan untuk meningkatkan volume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas dan menurunkan kongesti.

6)     Berikan diuretika sesuai indikasi.

Rasional :        Tipe dan dosis diuretic tergantung pada gagal jantung. Penurunan pre load paling banyak digunakan dalam mengobati pasien dengan curah jantung relative normal ditambah dengan gejala kongesti.

  1. Gangguan pertukaran gas b/d kongesti pulmonal

Tujuan :       Klien dapat menunjukan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat pada jaringan serta tidak adanya peningkatan resistensi pembuluh paru, yang ditandai dengan klien bebas dari gejala distress pernapasan.

Intervensi :

1)     Monitor kualitas dan irama pernapasan.

Rasional :      Jalan napas yang kolaps dapat menurunkan jumlah alveoli yang berfungsi, secara negative mempengaruhi pertujaran gas.

2)     Berikan posisi semi fowler pada anak.

Rasional :      Menurunkan konsumsi atau kebutuhan oksigendan mempermudah pernapasan yang meningkatkan kenyamanan fisiologi dan psikologi.

3)     Anjurkan kepada klien untuk istirahat yang cukup.

Rasional :      Istirahat akan membantu respon klien terhadap aktivitas dan kemampuan berpartisipasi dalam perawatan.

4)     Anjurkan klien untuk batuk efektif, napas dalam.

Rasional :      Membersihkan jalan napas dan memudahkan aliran oksigen.

5)     Berikan oksigen jika ada indikasi.

Rasional :      Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar, yang dapat memperbaiki atau menurunkan hipoksemia jaringan.

6)     Berikan obat diuretika seperti lasix. 

Rasional :      Menurunkan kongesti alveolar, meningkatkan pertukaran gas.

https://haciati.co/

Similar Posts