Pendidikan

Jepang 

Table of Contents

Jepang

Berbeda dengan negara lainnya, agama Islam baru masuk ke negara sakura ( Jepang ) pada abad ke – 2 M. Setelah terjadinya perang dunia II. Hal itu di sebabkan karena jauh sebelumnya, Jepang menutup diri dari dunia luar. Sehingga tak heran jika masyarakatnya tidak mengenal agama Islam.
Setelah Jepang membuka diri dan melakukan kontak dengan negara – negara luar, masyarakatnya baru mengetahui adanya agama Islam, terutama dari negara – negara jajahannya serta sekutu Jepang, seperti Turki. Hubungan Turki – Jepang membawa dampak positif bagi perkembangan agama Islam di Jepang. Karena kedua negara itu merupakan sekutu kuat dalam perang dunia I.
Pada bagian pertama abad ini, ketika terjadi perang antara Jepang dengan Rusia banyak penduduk muslim Rusia yang melarikan diri ke Jepang karena aktifitas mereka dalam perlawanan melawan tentara Rusia. Di antara adanya Abdul Rasyid Ibrahim. Abdul Rasyid Ibrahim ini merupakan teman Jenderal Akashi. Dengan bantuan Jenderal ini, ia dapat memasuki Jepang tahun 1327 H.
Setelah di Jepang Abdul Rasyid berdakwah kepada penduduk jepang, sehingga banyak yang masuk Islam. Diantaranya adalah Konaru dan Yama Oka. Keduanya sempat melaksanakan haji tahun 1327 H. dan Abdul Rasyid sendiri meninggal tahun 1364 H.
Perkembangan Islam lebih baik lagi setelah perang dunia II. Banyak tentara Jepang yang kembali kenegaranya dengan membawa ajaran Islam. Dakwah mereka dilakukan secara terorganisir dengan rapi, dan juga dakwah yang dilakukan secara individual kepada keluarganya. Diantaranya adalah Haji Umar Meta yang mendirikan organisasi Islam tahun 1380 H. Dr. Syauki Futaki yang mendirikan rumah sakit besar di Tokyo Jepang. Melalui dialah banyak karyawan dan dokter rumah sakit tersebut yang memeluk Islam. Dr. Syauki Futaki terpilih sebagai ketua JIC ( Japang Islamic Congres ). Organisasi inilah yang pernah menyelenggarakan Seminar Islam Internasional di Tokyo pada bulan Juli 1918 M. Kongres ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam Internasional, seperti Araf, Ma’ruf dawalibi, HM. Rasyid, dan Mr. Roem dari Indonesia.
Japang Islamic Congres menjadi bantuan dari raja Faisal untuk mendirikan mesjid yang akan dijadikan sebagai markas kegiatan sosial pendidikan dan sosial keagamaan. Dari sinilah di harapkan Islam dapat tersebar ke seluruh pelosok Jepang.

d. Korea

Agama Islam masuk Korea pada tahun 1955 M. yang di bawah oleh Abdurrahman dan Zubair Kochi. Keduanya adalah imam rohani tentara Turki yang dikirim ke Korea dalam misi perdamaian antara Korea Utara dengan korea Selatan. Orang Korea yang pertama masuk Islam adalah Umar Kim jin Kyu, Haji Muhammad Yoon, dan Haji Sabir Suh. Pada tahun 1959 M. Umar Kim jin Kyu dan Haji Sabir Suh melaksanakan ibadah haji ke Mekkah. Sekembalinya dari tanah suci, mereka aktif berdakwah, sehingga agama Islam menyebar dengan baik.
Kedatangan agama Islam ke negeri korea, membawa dampak positif bagi negeri itu. Hal itu terlihat semakin rapatnya hubungan antara Korea Selatan dengan negara-negara muslim lainnya, terutama dalam sektor ekonomi. Untuk itu, pemerintah Korea mengizinkan didirikannya mesjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya. Pada tahun 1963 M. di Seoul, didirikan sebuah mesjid atas prakarsa Persatuan Umat Islam Korea ( OKIS = Organization of Korea Islamic Societies ) di bawah pimpinan Haji Sabri Suh.
Mesjid-mesjid yang didirikan dijadikan sebagai wadah untuk Syiar Islam. Pada tahun 1980 M. di Yang In didirikan sebuah Perguruan Tinggi Islam yang terdiri dari 15 Fakultas. Empat diantaranya merupakan fakultas Syari’ah, Bahasa Arab, Ilmu perbandingan Agama, dan fakultas Sejarah Islam. Di perkirakan saat ini penduduk Korea selatan yang beragama Islam lebih dari 21 ribu orang.

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

Similar Posts