Keterampilan Bertanya

Keterampilan Bertanya

Keterampilan Bertanya

Keterampilan Bertanya
Keterampilan Bertanya

Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respons dari seseorang yang terkenal. Respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal seperti stimulasi efektif yang mendorong kemampuan berfikir, seperti:

  1. Merangsang kemampuan berfikir siswa
  2. Membantu siswa dalam belajar
  3. Mengarahkan siswa pada tingkat interaksi belajar yang mandiri
  4. Meningkatkan kemampuan berfikir siswa dari kemampuan berfikir tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi
  5. Membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang dirumuskan

Menurut Saiful Bahri Djamarah, keterampilan bertanya merupakan sejumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. Keterampilan bertanya ini sangat diperlukan oleh guru di dalam proses belajar mengajar. Komponen yang penting dalam bertanya antara lain harus jelas dan ringkas. Menstruktur pertanyaan perlu juga diperhatikan. Pertanyaan yang disajikan guru diarahkan dan ditujukan pada pelajaran yang memiliki informasi yang relevan dengan materi pelajaran, untuk membantu siswa mencapai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan.

Keterampilan bertanya menjadi penting jika dihubungkan dengan pendapat yang mengatakan “berfikir itu sendiri adalah bertanya”. Maka, untuk menciptakan kehidupan interaksi mengajar belajar perlunya guru menimbulkan teknik tanya jawab atau dialog. Penggunaan teknik Tanya jawab biasanya baik digunakan untuk maksud-maksud yang diperlukan untuk menyimpulkan atau mengikhtisarkan pelajaran atau apa yang dibaca. Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalamannya sehingga pengetahuannya menjadi fungsional.

kompone keterampilan dasar

Adapun komponen-komponen yang termasuk dalam keterampilan dasar bertanya meliputi:

  1. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
  2. Pemberian acuan, supaya siswa dapat menjawab dengan tepat, dalam mengajukan pertanyaan guru perlu memberikan informasi-informasi yang menjadi acuan pertanyaan.
  3. Pemusatan kea rah jawaban yang diminta: pemusatan dapat dikerjakan dengan cara memberikan pertanyaan yang luas (terbuka) yang kemudian mengubahnya menjadi pertanyaan yang sempit.
  4. Pemindahan giliran menjawab: dapat dikerjakan dengan cara meminta siswa yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang sama.
  5. Penyebaran pertanyaan: dengan maksud tertentu guru dapat melemparkan pertanyaan keseluruh kelas, kepada peserta didik tertentu, atau menjabarkan respons siswa kepada peserta didik yang lain.
  6. Pemberian waktu berfikir: dalam mengajukan pertanyaan guru harus berdiam diri sesaat sebelum menunjukkan peserta didik merespons pertanyaannya.
  7. Pemberian tuntutan: bagi p pengungkapan peserta didik yang mengalami kesukaran dalam menjawab pertanyaan, srategi ini perlu dilakukan dimana meliputi pengungkapan pertanyaan dengan bentuk atau cara yang lain yang lebih sederhana, atau mengulangi penjelasan-penjelasan sebelumnya.

keterampilan bertanya lanjutan

Sedangkan komponen-komponen yang termasuk ke dalam keterampilan bertanya lanjutan yaitu:

  1. Pengubahan tuntutan tingkat kognitif pertanyaan: untuk pengembangan berfikir siswa perlu dilakukan pengubahan tuntutan tingkat kognitif pertanyaan.
  2. Urutan pertanyaan: pertanyaan yang diajukan haruslah mempunyai urutan yang logis.
  3. Melacak: untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa yang berkaitan dengan jawaban yang dikemukakan, keterampilan melacak perlu dipunyai oleh guru. Melacak dapat dikerjakan dengan meminta siswa memberikan penjelasan tentang jawabannya, memberi alasan, memberikan contoh yang relevan, dan sebagainya.
  4. Keterampilan mendorong terjadinya interaksi antar peserta didik.

Teknik dasar bertanya

Teknik dasar bertanya dilakukan dalam proses pembelajaran antara lain:

  1. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan langsung diajukan kepada semua peserta didik, dan memberikan waktu secukupnya untuk berfikir menjawabnya.
  2. Mencegah jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan.
  3. Mempersilahkan peserta didik untuk menjawab.
  4. Memotivasi peserta didik agar mendengarkan jawaban.

Ada 4 alasan mengapa seorang guru perlu menguasai keterampilan bertanya, yaitu :

ü Pertama, pada umumnya  guru masih cenderung mendominasi kelas dengan metode ceramahnya. Guru masih beranggapan bahwa dia adalah sumber informasi, sedangkan siswa adalah penerima informasi. Oleh karena anggapan yang demikian, siswa bersikap pasif dan menerima, tanpa keinginan/keberanian untuk mempertanyakan hal-hal yang menimbulkan keraguannya. Dengan dikuasainya keterampilan bertanya oleh guru, siswa dapat menjadi lebih aktif, kegiatan belajar menjadi lebih bervariasi, dan siswa dapat berfungsi sebagai sumber informasi.

ü Kedua, kebiasaan yang tumbuh dalam masyarakat kita tidak membiasakan anak untuk bertanya sehingga keinginan anak untuk bertanya selalu terpendam. Situasi seperti ini menular ke dalam kelas. Kesempatan bertanya yang diberikan guru tidak banyak di manfaatkan oleh siswa, sedangkan guru tidak berusaha untuk mengugah keinginan siswa untuk bertanya.

ü Ketiga, penerapan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) dalam kegiatan pembelajaran menuntut keterlibatan siswa secara mental-intelektual. Salah satu ciri dari pendekatan ini adalah keberanian siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang memang perlu dipertanyakan. Hal ini hanya mungkin terjadi jika guru sendiri menguasai keterampilan bertanya yang mampu menggugah keinginan siswa untuk bertanya.

ü Keempat, adanya anggapan bahwa pertanyaan yang diajukan guru hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa.

Jenis-kenis pertanyaan menurut tujuannya:

  1. Pertanyaan permintaan (compliance question) pertanyaan harapan agar siswa mematuhi perintah.
  2. Pertanyaan retoris (rhetorical question), menghendaki jawaban guru.
  3. Pertanyaan mengerahkan (prompting question) pertanyaan yang diajukan untuk mengarahkan siswa dalam proses berfikir.
  4. Pertanyaan menggali (probing question) pertanyaan lanjutan yang akan mendorong siswa untuk lebih mendalami jawabannya.
  5. Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom (kognitif, afektif, dan psikomotor).
  6. Pertanyaan menurut luas dan sempit sasaran.

Memang dalam pelaksanaannya, teknik ini ada keunggulan seperti kelas akan lebih hidup, karena sambutan kelas lebih baik dan siswa tidak hanya mendengarkan ceramah saja. Dengan Tanya jawab, partisipasi siswa lebih besar dan berusaha mendengarkan pertanyaan guru dengan baik dan mencoba memberikan jawaban yang tepat, sehingga anak menerima pelajaran dengan aktif berfikir, tidak pasif mendengarkan saja.

Namun, juga ada kelemahannya yaitu kelancaran jalannya pelajaran agak terhambat karena diseling dengan tanya jawab. Juga jawaban siswa belum tentu selalu benar bahkan kadang-kadang dapat menyimpang dari persoalannya. Sehingga guru memerlukan waktu lebih lama untuk memperoleh jawaban yang benar.

Baca Juga