Pendidikan

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan perusahaan manufaktur tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Perbedaan yang paling terlihat hanyalah terdapat dalam rekening-rekeningnya saja.

Perbedaan rekening tersebut terutama karena perusahaan manufaktur melakukan proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Sedangkan perusahaan dagang tidaklah demikian.

Laporan keuangan biasanya dibuat minimal satu tahun sekali di akhir periode akuntansi. Laporan keuangan itu sendiri terdiri dari tiga laporan, yaitu neraca atau balance sheet, laporan laba rugi, dan laporan modal atau laporan perubahan posisi keuangan.

Di dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur, neraca dan laporan laba rugi lebih digunakan untuk kepentingan manajemen perusahaan. Sementara laporan posisi keuangan digunakan oleh pemilik perusahaan manufaktur dan atau para pemegang saham.

Ø  Pihak yang Berkepentingan

Beberapa pihak yang membutuhkan informasi dalam laporan keuangan diantaranya adalah investor yang menanamkan modalnya, investor potensial yang diharapan akan menanamkan modalnya, pemasok, karyawan atau pegawai, pemberi pinjaman dari bank maupun dari non-bank, konsumen, pemerintah, dan masyarakat umum.

Pihak-pihak yang berkepentingan pada laporan keuangan mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda. Jadi, di samping penyusunan laporan keuangan yang standar, biasanya disertakan pula beberapa informasi yang diminta khusus oleh pemakai tertentu.

Ø  Keterbatasan Laporan Keuangan

Meskipun laporan keuangan dapat menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, namun tidak sepenuhnya laporan keuangan tersebut dapat dijadikan landasan dalam mengambil keputusan manajemen.

Pada laporan keuangan perusahaan manufaktur, biasanya perusahaan manufaktur menyimpan modal yang cukup banyak, sehingga kekeliruan dalam mengambil keputusan tentulah memberikan dampak yang tidak sepele. Berikut adalah beberapa keterbatasan laporan keuangan:

1)      Laporan keuangan hanya menyediakan data kuantitatif :Dengan kata lain, laporan keuangan mengabaikan beberapa data kualitatif yang mungkin sangat berarti untuk dijadikan bahan pertimbangan. Misalnya tingkat kesetiaan konsumen pada produk, kesan produk di mata pelanggan, kemampuan karyawan atau pegawai yang handal serta profesional, dan lain sebagainya.

2)      Laporan keuangan berisi istilah-istilah yang bersifat teknis Beberapa istilah teknis tersebut lebih sering ditemukan dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur. Setiap  pembaca, apapun latar belakangnya, akan dipaksa untuk memahami istilah teknis yang tercantum dalam laporan keuangan atau mereka tidak akan memahami isi laporan keuangan yang disodorkan padanya sama sekali.

3)      Adanya beberapa variasi metode perhitungan :Hal ini dapat memberikan kesalahpahaman antara akuntan yang menyusun laporan keuangan dan pemakai laporan keuangan. Beberapa variasi metode perhitungan tersebut setidaknya muncul pada metode perhitungan penyusutan aktiva tetap, perhitungan laba rugi perusahaan, dan penilaian persediaan (bahan baku, bahan dalam proses, maupun bahan jadi).

4)      Laporan keuangan mengacu pada data-data historis yang telah terjadi di masa lampau Hal ini menyebabkan laporan keuangan tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya sumber rujukan informasi dalam memutuskan suatu kebijakan. Karena di sisi lain, dalam memutuskan suatu kebijakan, haruslah dipertimbangkan pula proyeksi atau kecenderungan atau peramalan terhadap beberapa kondisi di masa mendatang. Sebagai contoh, laporan keuangan perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa produknya memberikan laba yang besar di tiap tahunnya. Perusahaan manufaktur tersebut tidak boleh lantas memutuskan untuk meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya begitu saja. Sebelumnya, ia harus mempertimbangkan apakah di masa depan akan muncul produk baru yang lebih inovatif yang dapat menggeser turun penjualannya, atau apakah akan ada kebijakan pemerintah yang berpotensi untuk membatasi pemasarannya, atau mungkinkah pesaing akan melakukan strategi penjualan yang bisa memukul mundur perusahaan, dan masih banya lagi bahan pertimbangan lainnya.Laporan keuangan perusahaan manufaktur berisi beberapa angka taksiran atau perkiraan Angka-angka taksiran ini nampak betul dalam penyusutan aktiva tetap, yaitu tanah, bangunan, peralatan kantor, mesin, kendaraan, dan aktiva lain yang digunakan dalam operasi perusahaan. Angka-angka yang ditaksir dalam perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah angka-angka residu dan umur manfaat aktiva yang disusutkan.

baca juga:

Similar Posts