Pendidikan

LATAR BELAKANG MASALAH

LATAR BELAKANG MASALAH

Di saat santai setiap orang pasti mempunyai kebiasaan masing-masing. Ada yang kemana-mana membawa komik atau bacaan lainnya, camilan (doyan makan), ataupun buku (kutu buku nih). Tidak jarang pria maupun wanita memilih untuk mengotak-atik gadget milik mereka. Di kantin ramai-ramai bersama teman, namun lima menit kemudian terasa sepi sibuk dengan gadget masing-masing (ini yang saya lihat di kantin kampus saya, bagaimana kantinmu?). Dan yang terakhir, saya rasa kita semua sepakat kebanyakan pria pasti di saat senggang merogoh kantong untung mencari sebatang rokok.

Bagi para perokok, rokok ibarat “nafas kehidupan” bagi mereka. Salah seorang teman saya bahkan tidak jarang sekitar satu jam di kelas izin sebentar keluar untuk menghisap sebatang rokok. Salah seorang dosen saya dulu sering saya lihat saat menuju ke ruang kelas menyempatkan diri untuk menghisap sebatang rokok. Yang paling menggelikan bagi saya, ada teman dekat saya yang (maaf) mau BAB tidak jadi apabila tidak ada sebatang rokok. Itulah cerita para pecinta rokok.

Namun bagaimana dengan wanita perokok? Ada kah wanita itu di sekitar anda? Banyak, jika saya menjawab. Rokok seperti bukan hal yang tabu bagi wanita muda saat ini. Di tempat makan, tidak jarang ada seorang perokok yang menyemburkan asapnya kearah saya (mungkin tidak sengaja). Ketika saya menoleh, terdapat sosok tubuh langsing berparas cantik berambut panjang, ternyata seorang wanita. Saya langsung berpikir, “cantik juga ni cewek, sayangnya perokok”. Saya memang kurang “menghormati” wanita perokok. Karena bagi saya, citra wanita yang lekat dengan keanggunan, tutur kata halus dan merupakan sosok seorang ibu tidak pantas untuk menghisap rokok. Yah, rokok memang merupakan hak semua orang. Wanita pun berhak untuk memilih.

 

PROBLEM SOLVING

 

Banyak hasil penelitian yang menunjukkan keberhasilan terapi untuk kecanduan rokok. Meski beberapa perokok bisa berhenti merokok dengan usaha sendiri, tetapi sebagian besar perokok membutuhkan asisten untuk berhenti merokok. Berhenti merokok akan memberikan efek positif bagi kesehatan. sebagai contoh, dalam 24 jam setelah berhenti merokok tekanan darah dan risiko terjadinya serangan jantung akan menurun. Selanjutnya, penghentian merokok dalam jangka panjang akan menurunkan risiko stroke, kanker paru dan kanker lain serta penyakit jantung koroner. Faktanya, seorang laki-laki perokok aktif usia 35 tahun yang berhenti merokok akan meningkatkan angka harapan hidupnya sebanyak 5 tahun.

Berikut ini beberapa strategi terapi untuk berhenti merokok:

baca jgua ;

Similar Posts