Menghadapi kanker dengan kunyit putih – Cucrcuma zedoaria

Apotekpurwosarifarma.com – Menghadapi kanker dengan kunyit putih – Cucrcuma zedoaria, Meskipun membutuhkan penelitian lebih lanjut, orang yakin bahwa kunyit putih (Curcuma Zeodaria/Zedoariae Rhizoma) mampu memblokir pertumbuhan sel kanker.

Dalam beberapa kasus, dan beberapa literatur telah menyetujuinya. Jika Anda tertarik untuk mengkonsumsinya, jangan tertipu dari varian kunyit lain yang terlihat seperti Cucrcuma zedoaria, yang kekuatannya tidak hemat seperti kunyit putih terhadap penyakit kanker.

Orang -orang dapat ditipu, berpikir bahwa Curcuma (Curcuma Xanthorrhiza Roburgh) sebagai kunyit. Karena di beberapa tempat tanaman curcuma dinamai tumerik putih (Cucrcuma zedoaria).

Di Indonesia yang disebutkan TEMU-LAWAK. Rimpangnya seperti kunyit (Curcuma domestica atau Curcuma longa), tetapi sedikit lebih besar.

Jika tumerik memiliki warna kunyit, curcuma berwarna kuning dan cenderung keputihan setelah dipotong dan dikeringkan. Curcuma lain yang disebut salah sebagai tumerik putih adalah tEMU mangga (curcuma mangga).

Biasanya banyak orang menggunakannya untuk kondisi demam (antipiretika), berat badan longgar, iritasi atau asfiksia. Dan juga sering terbiasa mengencangkan vagina wanita setelah nenek/melahirkan.

Ada spesies Galingale (Kaempferia galanga) yang lebih besar yang dianggap kunyit, namanya adalah TEMU-Kunci (Kaempferia angustifolia), yang dapat digunakan untuk anti-diarhea dan anti-disentri.

Dan Kunci-Pepet Tulen (Kaempheria rotunda) yang biasanya digunakan sebagai anti-inflamasi, antipiretika dan untuk membangkitkan nafsu makan.

Jadi mari kita perbaiki masalah terminologi ini, itu rumit secara salah. Ramuan yang sedang kita diskusikan adalah TEMU-MANGGA (Curcuma Mangga) dan varian kunyit putihnya (Curcuma Zedoaria).

Menghadapi kanker dengan kunyit putih – Cucrcuma zedoaria

Dalam masyarakat herbal itu digunakan untuk mengobati beberapa masalah perut. Kunyit memiliki kulit keputihan tetapi Anda dapat menemukan jerawat seperti kentang kecil di sekitar akarnya.

Ciri White Tumerik yang berguna untuk melawan kanker adalah: ia memiliki kulit keputihan, warna dagingnya krim dengan mangga aromatik. Aroma dan rasanya tidak pahit.

Accordion ke Dr. Retno S. Sudibyo, seorang peneliti Pau Bio Tecnology UGM, kita dapat memakan akar segar untuk mendapatkan kelayakan melawan kanker. Tapi jangan makan banyak, karena itu bisa menyebabkan Diarhea jika Anda tidak tahan.

Komposisi:

Baik TEMU-MANGGA (Curcuma Mangga) dan White Kunyit (Curcuma Zeodaria) dari pewarna kuning kurkumin (Diarilheptanoid).

Buku Encilopedia of Medical Ondands mengatakan bahwa Kurkumin memiliki kualitas khusus sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Kandungan antioksidannya lebih kuat dari vitamin E sementara kandungan anti-inflamasi mereka lebih banyak daripada kimia hidrokortison/sintetis.

Komponen minyak yang mudah menguap dari Cucrcuma Zedoaria rimpangcontent dari: turunan Gua (Kurkumol, Kurkumenol, Isokurkumenol, Prokurkumenol, Kurkurnadiol), turunan Germakran (Kurdion, dehidrokurdion);

SeskUiterpen Furanoid dengan kerangka Eudesman (Kurkolon). Kerangka germakran (furanodienon, isofuranodienon, zederon, furanodien, furanogermenon); Eleman Skeleton (Kurserenon identik dengan Edoaron, Epikurserenon, Isofurano Germakren); Asam-4-Metoksi Sinamat (memiliki karakter fungistatik).

Dari penelitian lain, ada Kurkumanolid A, Kurleumanolid B, dan Kurkumenon yang ditemukan di Cucrcuma Zedoaria.

Laporan American Institute of Cancer bahwa kanker dapat dicegah menggunakan kunyit. Antioksidan di dalam cucrcuma zedoaria berfungsi untuk mencegah asam deoksiribonuklead (komposer gen) dari kerusakan. Kerusakan gen adalah salah satu faktor penampilan kanker.

Kurkumin dengan feruloyl dan 4-hydroxycinnmoyl adalah komposit anti peradangan yang terkandung dalam rimpang kunyit.

Komponen kurkumin sangat bermanfaat terhadap kanker, melindungi gen dari kerusakan dan anti-inflamasi secara bersamaan. Karena pada kasus penyakit kanker, peradangan selalu terjadi.

Retno S. Sudibyo Research (diterbitkan oleh Tempo 30 Mey 1999), memberikan beberapa hasil bahwa kandungan kurcuma mangga toksin protein, ribosom Sejenis dalam mengaktifkan protein (R.I.P).

Ini adalah sejenis yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan ribosom, sehingga sintesis protein di dalam sel terhambat. Protein ini dengan mudah menembus sel kanker kemudian menembus sel yang sehat.

Ini menyebabkan sel kanker tidak dapat berkembang biak karena sel kanker memiliki batas usia. Akhirnya itu akan dihilang secara otomatis.

You May Also Like

About the Author: Aktar

Leave a Reply

Your email address will not be published.