Motif Batik Asal Pemalang Angkat Kuliner Budaya Lokal

Motif Batik Asal Pemalang Angkat Kuliner Budaya Lokal

Motif Batik Asal Pemalang Angkat Kuliner Budaya Lokal

Motif Batik Asal Pemalang Angkat Kuliner Budaya Lokal
Motif Batik Asal Pemalang Angkat Kuliner Budaya Lokal

Depok, Kemendikbud — Karya seni merupakan kekayaan budaya yang seringkali

terinspirasi dari apa yang ada di sekitar kita, tak terkecuali dengan batik. Banyak kita temukan beragam motif batik yang dihasilkan menjadi ciri khas suatu daerah tertentu, salah satunya adalah Kota Pemalang di Jawa Tengah.

Batik Grombyang adalah batik khas Kota Pemalang yang merupakan motif penemuan baru seorang pemerhati desain motif batik. Batik ini mudah dikenali dengan desain ada orang memikul angkringan dengan kekayaan alam sekitar berupa pohon kelapa. Selain itu, ada juga desain penjual berpeci yang duduk di kursi kecil di dekat angkringan masakan Grombyang.

Motif batik Grombyang ditemukan oleh seorang pemerhati perkembangan batik Indonesia sekaligus perajin batik terkenal di Pemalang pada tahun 2011 bernama Fatwa Diana Widi, pemilik Griya Batik Arta Kencana Kota Pemalang.

Ditemui di Pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018

, Fatwa mengatakan ia terinspirasi dari makanan khas Pemalang, Nasi Grombyang, yang sangat terkenal. Makanan khas ini sangat disukai dan populer di kalangan masyarakat Kota Pemalang dan sekitarnya. “Diharapkan Batik Grombyang juga dicintai oleh warga masyarakat sepopuler Nasi Grombyang,” tuturnya di sela-sela Pameran RNPK 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat, (6/2/2018).

Nasi Grombyang adalah hidangan berkuah mirip seperti soto maupun rawon. Nasi yang dipadukan dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah dan irisan daging dan dilengkapi dengan jerohan sapi yang ditusuk seperti sate sangat nikmat disajikan saat masih dalam keadaan panas dengan perpaduan rasa yang komplit antara segar dan gurih.

Hingga saat ini Batik Grombyang telah menghasilkan sembilan variasi motif turunan

dalam bentuk berbagai jenis batik, seperti batik tulis, batik cap dan batik print yang harganya bervariasi disesuaikan dengan selera masyarakat. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :