Pangandaran Meraih Peringkat Teratas Standar Pendidikan se-Jabar

Pangandaran Meraih Peringkat Teratas Standar Pendidikan se-Jabar

Pangandaran Meraih Peringkat Teratas Standar Pendidikan se-Jabar

 

Pangandaran Meraih Peringkat Teratas Standar Pendidikan se-Jabar

Kabupaten Pangandaran Meraih Peringkat Teratas Standar Pendidikan se-Jabar

Menurut data Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat tahun 2018, Kabupaten Pangandaran menempati urutan pertama rata-rata capaian delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) jenjang SMP se-Jawa Barat pada periode 2017.

Kepala Dinas Pendidikan

Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Surma mengatakan, Kabupaten Pangandaran naik dari posisi 23 pada 2016 menggeser Kota Cimahi yang sebelumnya di urutan pertama. Pencapaian lain, menurut Surman, pada jenjang SD, dari posisi 24 pada 2016, Kabupaten Pangandaran merangkak naik ke peringkat 9 pada 2017. “Ini artinya, kualitas pendidikan kita sudah selaras dengan delapan standar mutu pendidikan,” tutur Surman dilansir news.detik.com.

Delapan mutu pendidikan

Delapan mutu pendidikan tersebut adalah standar kompetensi Lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pendidikan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan. Namun, menuturut Surman, ada dua standar yang masih dalam kurang dan masih dalam proses peningkatan, yaitu standar kompetensi lulusan dan pengelolaan pendidikan.

Surman menjelaskan pencapaian yang menggembirakan ini tidak lepas dari komitmen semua pihak, termasuk peran bupati Pangandaran yang memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan. Tak terkecuali Pemerintah daerah kabupaten Pangandaran.

Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinati mengatakan

sebagai Derah Otonom Baru, Pemkab Pangandaran sadar diri akan ketertinggalan dari daerah-daerah lain. Atas dasar itu, kata dia, pihaknya fokus menata sektor-sektor dasar, salah satunya pendidikan.

“Intinya kita fokus, kita bangun kebersamaan dan kesepahaman dengan para guru, kita dengar persoalan mereka di lapangan, dan mendorong mereka memahami tugas dan fungsi mereka di lapangan,” ujar Jeje saat menghadiri kegiatan pendidikan bersama para guru, Kamis (17/1/2019).

 

Sumber: https://pengajar.co.id/