Pendidikan

Penarikan Kembali Barang Yang Dijual

Penarikan Kembali Barang Yang Dijual

Apabila si pembeli gagal untuk memenuhi kewajibannya seperti yang tercantum di dalam surat perjanjian penjualan angsuran, maka barang-barang yang bersangkutan ditarik dan dimiliki oleh penjual.

Dalam hal ini pencatatan, yang harus dilakukan dalam buku-buku si penjual, akan menyangkut :

–          Pencatatan pemilikan kembali barang dagangan

–          Menghapuskan saldo piutang penjualan angsuran atas barang-barang tersebut

–          Menghapuskan saldo laba kotor yang belum direalisasi atas penjualan angsuran yang bersangkutan dan

–          Pencatatan keuntungan atau kerugian karena pemilikan kembali barang-barang tersebut

Pembatalan kontrak di kemudian hari sebelum kewajiban-kewajiban pembeli diselesaikan (biasanya diikuti dengan pemilikan kembali barang-barang oleh penjual) tergantung dari perlakuan terhadap laba transaksi penjualan angsuran tersebut. Apabila kontrak dibatalkan berarti tidak seluruh laba yang diperhitungkan dapat direalisasikan. Di samping itu juga harus diperhitungkan pengaruh penurunan harga barang yang bersangkutan karena dengan demikian barang hanya dapat dijual kembali dalam bentuk bekas pakai.

Apabila dari contoh tersebut di atas, Tn. Hartono tidak dapat memenuhi kewajibannya pada tanggal 1 maret 1982, maka PT SENTANA  akan menarik kembali saldo hipotiknya sebesar Rp. 1.600.000 dan memiliki kembali rumah.

Sedang jumlah pembayaran yang telah dilakukan oleh Tn. Hartono sebesar Rp. 900.000 tidak dapat ditarik kembali dan tetap menjadi haknya PT SENTANA.

sumber :

https://apkmod.co.id/seva-mobil-bekas/

Similar Posts