Umum

Penerapan Konsep Tasawuf dalam Kehidupan Modern

Penerapan Konsep Tasawuf dalam Kehidupan Modern

Seseorang bisa dikatakan bertasawuf jika mengetahui langkah-langkah menjadi seorang sufi, tentu sebagian besar anggapan orang-orang modern mengatakan sulit dalam hal penerapan / aplikasinya dalam kehidupan sehari-harinya. Berikut akan coba kami uraikan beberapa aplikasi tasawuf yang setidaknya bisa kita jadikan sebagai langkah awal / kiat mengenal diri kita ini untuk kebaikan hidup ke depannya, tentunya juga  berdasar dengan sumber referensi yang ada. Yakni sebagai berikut:

Zuhud

Secara bahasa adalah bertapa di dunia, adapun secara istilah yaitu bersedia untuk melakukan ibadah, dengan berupaya semaksimal mingkin menjahui urusan duniawi dan hanya mengharapkan kerihdoan Allah SWT. Dan zuhud dalam aplikasinya dalam kehidupan ini ternyata mampu melahirkan suatu maqam dan cara hidup yang kebanyakan oleh ahli tasawuf dikatakan sebagai sesuatu yang telah dicapai setelah maqam taubah, karena orang yang benar-benar zuhud pastinya telah meninggalkan symbol-symbol duniawi dengan pandangan hidup di dunia tak lebih hanya sebatas permainan, mampir ngombe, canda gurau dan sebagai ladang beribadah.

Pengertian zuhud secara lebih luas, zuhud sebenarnya bukan meninggalkan kehidupan dunia secara keseluruhan, melainkan tetap mencari penghidupan duniawi, akan tetapi hanya sebatas untuk memenuhi keperluan hidup ala kadarnya, mereka bekerja dengan niat untuk menafkahi keluarga, yang merupakan kewajiban seorang suami atas anak dan istrinya, dan itu semua hanya untuk mencari ridlo-Nya, agar kelak besok lepas dari pertanggung jawaban di akhirat. Dengan kata lain, zuhud merupakan upaya penyeimbangan kehidupan akhirat dan dunia.

Dalam Al-Qur’an sendiri juga telah menyinggung konsep dalam aplikasi zuhud, coba perhatikan QS. Al-An’am (6):32 berikut.

 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-maindan sendau gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertaqwa; tidakkah kamu memahaminya?”

Diperkuat juga dengan sabda Nabi pada matan hadits berikut:

اَلزَّهَادَةُ فِى الدُّنْيَا تُرِيْحُ اْلقَلْبَ وَالْبَدَنَ , وَالرُّغْبَةُ فِى الدَّنْيَا تُكْثِرُ اْلهَمَّ وَالْحَزْنَ .

“Berzuhud di dunia, menyamankan hati dan badan, sedangkan kegemaran akan dunia, memperbanyak kesedihan dan kegundahan.”

Selain itu terdapat perintah untuk berzuhud pula dalam matan hadist nabi:

اِزْهَدْ لِلّهِ فِى الدُّنْيَا يُحْبِبْكَ اللهُ.

“Berzuhudlah di dunia wahai hamba Allah, niscaya Allah akan mencintaimu.”

Pengertian zuhud secara lebih luas, zuhud sebenarnya bukan meninggalkan kehidupan dunia secara keseluruhan, melainkan tetap mencari penghidupan duniawi, akan tetapi hanya sebatas untuk memenuhi keperluan hidup ala kadarnya, mereka bekerja dengan niat untuk menafkahi keluarga, yang merupakan kewajiban seorang suami atas anak dan istrinya, dan itu semua hanya untuk mencari ridlo-Nya, agar kelak besok lepas dari pertanggung jawaban di akhirat. Dengan kata lain, zuhud merupakan upaya penyeimbangan kehidupan akhirat dan dunia.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Similar Posts