PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT

PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT

PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT

PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT
PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT

Manusia hidup mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam. Kebutuhan tersebut dapat berupa barang atau jasa. Ketersediaan akan suatu barang dan jasa sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia dan akan terus mengalami peningkatan dan perkembangan seiring dengan semakin banyaknya populasi dan perkembangan pikiran manusia dengan ditemukannya berbagai penemuan oleh manusia yang hasilnya membutuhkan waktu lama untuk dapat dipakai secara massal. Tidak semua kebutuhan manusia tersebut dapat terpenuhi sekaligus karena keterbatasan waktu, modal, sarana, SDM dan lain sebagainya.

Tuntutan pemenuhan kebutuhan yang meningkat menyebabkan mobilitas manusia dari waktu ke waktu semakin tinggi umumnya masyarakat saat ini banyak menginginkan untuk mendapatkan segala kebutuhan dengan mudah, murah, cepat dan nyaman. Hal tersebut membuka peluang usaha yang cukup potensial, salah satunya adalah dengan mengembangkan tempat perbelanjaan. Pola pemenuhan kebutuhan manusia berubah dari tradisional ke modern, dari pasar sampai departement store, swalayan, minimarket, supermarket dan sekarang ini, usaha eceran berkembang dengan pesat. Usaha dalam bentuk toko eceran seperti departement store, swalayan, kian menjamur di berbagai tempat. Banyaknya usaha eceran menjadikan persaingan semakin kompetitif. Hampir di setiap jalan kota ada toko eceran, bahkan di beberapa tempat lokasinya berdekatan. Hal ini tentunya akan menimbulkan persaingan ketat sehingga omset dan keuntungan yang dihasilkan kurang maksimal.

Pengusaha toko eceran harus mengembangkan strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan. Pengembangan konsep menjadi lebih memperhatikan penawaran kepada konsumen dengan strategi potongan harga, pengundian hadiah, lokasi yang dekat dengan konsumen, penawaran kartu keanggotaan, kelengkapan produk, display, fasilitas yang lengkap, daya tarik pelayanan, dan kenyamanan dalam berbelanja. Setiap tempat perbelanjaan mempunyai strategi tersendiri untuk menghadapi persaingan dan mendapatkan pelanggan untuk meningkatkan penjualan dan labanya, namun banyak tempat perbelanjaan yang menerapkan strategi yang hampir sama.

Banyak tempat perbelanjaan menawarkan harga yang bersaing, pelayanan yang memuaskan, kelengkapan produk, tempat parkir yang memadai dan kenyamanan tempat berbelanja untuk menarik konsumen. Hal ini membuat tempat perbelanjaan harus selalu membuat strategi yang sifatnya teknis operasional yang lebih baik dan paling sesuai dengan keinginan konsumen. Kebanyakan tempat perbelanjaan yang ada mempunyai perbedaan teknis operasional yang dapat membuat konsumen sering memilih-milih tempat perbelanjaan yang paling dekat dengan selera dan sesuai dengan keinginannya. Di sisi lain perbedaan selera konsumen terlalu besar dan kompleks untuk dapat dipenuhi semua oleh tempat perbelanjaan terutama dengan usaha yang SDM dan modalnya terbatas. Hal ini membuat konsumen jarang memenuhi kebutuhan dengan melakukan pembelian pada satu tempat.

Tiap toko harus memerhatikan pemilihan atribut determinan toko yang sering menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih tempat perbelanjaan, yang meliputi lokasi toko yang strategis, produk-produk yang disediakan berkualitas dan beraneka ragam, dengan harga yang bersaing, iklan dan promosi yang menarik, personal penjualan yang ramah dan cekatan, pelayanan yang memuaskan, atribut toko yang menarik serta suasana yang nyaman dan menyenangkan. Hal-hal tersebut adalah strategi yang bagus bila dapat diterapkan dengan benar untuk mengurangi perpindahan tempat perbelanjaan. Adanya strategi tersebut diharapkan dapat membentuk citra positif toko dibenak konsumen. Citra toko merupakan persepsi dan sikap yang didasarkan pada sensasi dari rangsangan yang berkaitan dengan toko yang diterima melalui kelima indera.

Citra toko sangat penting pengaruhnya bagi pengecer, karena citra yang menentukan perilaku konsumen untuk memilih tempat berbelanja. Konsumen dalam memilih tempat berbelanja tentunya akan mempertimbangkan tempat berbelanja yang dapat memenuhi sebagian besar harapan-harapan mereka. Pemahaman akan apa yang mereka temukan di tempat perbelanjaan tersebut dapat membentuk citra bagi toko tersebut.

Citra toko diukur dari dimensi-dimensi pada toko yang dianggap penting bagi konsumen yang merupakan aspek operasional toko yang meliputi atribut determinan dalam pilihan toko yang diantaranya meliputi lokasi, kualitas dan keragaman produk yang ditawarkan, harga, iklan dan promosi, atribut fisik, personal penjualan, pelayanan yang diberikan, sifat pelanggan toko, atmosfer toko, pelayanan dan kepuasan sesudah transaksi.

Pamella Tujuh Swalayan merupakan tempat perbelanjaan yang ada di Bromonilan Purwomartani Kalasan Sleman. Di tengah maraknya persaingan bisnis ritel, Pamella Tujuh Swalayan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar konsumennya dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sebagian besar masyarakat dengan harga yang bersaing. Adanya keterbatasan sumberdaya modal dan sumber daya manusia, menyebabkan beberapa permasalahan citra pada Pamella Tujuh Swalayan yang meliputi lokasi, keragaman produk, harga, pelayanan, dan atmosfer toko pada benak konsumen.

Setiap tempat perbelanjaan termasuk Pamella Tujuh mempunyai strategi pemilihan lokasi yang sesuai dengan pasar sasarannya. Saat ini banyak tempat perbelanjaan yang berdekatan dengan Pamella Tujuh baik itu dalam skala kecil seperti pedagang kaki lima sampai toko dan swalayan sejenis sehingga menimbulkan persaingan. Konsumen Pamella Tujuh masih sering berbelanja di eceran yang lebih kecil yang berada paling dekat dengan rumah ketika butuh barang mendesak dan malas untuk bepergian agak jauh ke Pamella Tujuh.

Pamella Tujuh menawarkan beragam produk dengan merek yang berbeda-beda. Berbagai lini produk seperti pakaian, perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga beroperasi sebagai suatu departemen tersendiri yang dikelola oleh pembeli atau pedagang khusus. Namun demikian, konsumen masih sering tidak menemukan produk ataupun merek yang di inginkan, sehingga konsumen mencarinya di tempat lain. Keterbatasan modal menyebabkan jenis tiap lini tidak selalu ada sehingga walaupun barang tersebut slow moving tetap harus disediakan untuk memperbanyak ragam barang sehingga citra toko menjadi baik.

Harga di Pamella Tujuh bervariasi, ada yang lebih rendah dari toko lain, namun tidak jarang juga barang yang harganya lebih mahal dari toko lain. Saat membandingkan dengan swalayan atau tempat perbelanjaan lain, konsumen Pamella Tujuh kadang masih mengeluh kalau harga barangnya sedikit lebih mahal.

Tempat perbelanjaan juga harus memperhatikan pelayanannya, namun pelayanan Pamella Tujuh yang diberikan kepada konsumen terkesan biasa saja. Fasilitas yang disediakan terkesan pas-pasan untuk barang yang wajib ada, dan tidak terlalu menonjol. Wiraniaganya pun masih sering kurang tanggap terhadap permasalahan konsumen.

Pamella Tujuh belum banyak mememperhatikan arti penting atmosfer toko dengan menampilkan tanda-tanda diluar yang mengundang orang untuk masuk ke dalam. Suasana kadang sepi tanpa alunan musik yang dapat memberi gairah tersendiri bagi konsumen dalam berbelanja. Gondola yang ada terlalu tinggi sehingga petunjuk akan lokasi barang tidak dapat dibaca oleh konsumen atau bahkan tidak ada. Barang yang di display kadang kurang bersih dan sirkulasi udara yang tidak lancar dapat menimbulkan hawa panas.

Adanya permasalahan citra pada Pamella Tujuh di atas menyebabkan perusahaan di tuntut cermat dalam mengembangkan citra toko Pamella Tujuh karena citra memberikan kontribusi terhadap persepsi, pertimbangan dan pilihan tempat konsumen berbelanja. Kemampuan konsumen untuk mengkombinasikan seluruh dimensi citra setiap pusat perbelanjaan akan menentukan mereka memilih tempat perbelanjaan produk-produk tertentu. Pemahaman perilaku konsumen yang tepat dapat memberikan masukan mengenai kebijakan pemasaran yang sesuai dengan selera dan keinginan konsumen sasarannya agar hasil yang dicapai optimal. Para manajer Pamella Tujuh dituntut untuk mengikuti perkembangan pasar sasaran untuk memengaruhi perilaku konsumen berbelanja ditempatnya.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti masalah ini dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Citra Toko terhadap Pemilihan Tempat Perbelanjaan (Studi kasus Pada Pengunjung Pamella Tujuh Swalayan)”.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/