Pendidikan

Pengecer (Retailing)

Pengecer (Retailing)

Pengecer (Retailing)

Pengecer (Retailing)
Pengecer (Retailing)
  1. Pengertian Pengecer

Usaha eceran (retailing) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukam bisnis. Pengecer atau toko eceran adalah usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan (Kotler, 1997: 170).

Organisasi ataupun yang lainnya yang melakukan penjualan tersebut di atas baik itu produsen, grosir atau pengecer berarti melakukan usaha eceran, tidak memandang bagaimana produk itu dijual, apakah melalui surat, telepon, atau mesin penjual, dan tidak mempermasalahkan dimana produk dijual, apakah di toko, di pinggir jalan, atau dirumah konsumen. Pengecer sebagai titik penghubung antara konsumen akhir dengan produsen atau saluran distribusi lainnya.

  1. Klasifikasi Pengecer

Organisasi pengecer terdiri dari berbagai jenis, dan masih bermunculan bentuk-bentuk baru, baik pada jenis produk maupun tingkat pelayanan yang diberikan melalui berbagai klasifikasi dan modifikasi. Hal tersebut dilakukan guna memperoleh perhatian dan menarik konsumen untuk berbelanja.

Pengecer dapat diklasifikasikan (Kotler, 1997), menjadi:

1) Pengecer Toko, yang terdiri dari:

  1. a)Toko Khusus (Specialty Stores)

Adalah toko yang menjual lini produk yang sempit tetapi dengan variasi barang yang banyak (komplit) dalam lini tersebut. Mereka membidik segmen pasar tertentu secara teliti dengan produk yang khas, serta pelayanan yang baik dan tenaga penjual yang menguasai produk-produk mereka, misalnya toko pakaian wanita (boutique), toko sepatu.

  1. b)Toserba/Toko Serba Ada (Departement Stores)

Adalah toko yang menjual berbagai lini produk yang sangat luas variasinya, tiap lini beroperasi sebagai suatu departemen tersendiri yang dikelola oleh pembeli atau pedagang khusus.

  1. c)Pasar Swalayan (Supermarkets)

Adalah toko yang operasionalnya relatif besar, berbiaya rendah, margin laba yang diperoleh rendah dengan volume penjualan yang tinggi, dan dirancang untuk melayani segala kebutuhan konsumen dengan konsep swalayan yaitu konsumen mencari/melayani kebutuhan mereka sendiri. Pasar swalayan merupakan jenis toko eceran tempat orang paling sering berbelanja, sehingga persaingan yang terjadi sangat ketat.

  1. d)Toko Kelontong (Convenient Stores)

Adalah toko yang pada umumnya berukuran relatif kecil dan terletak di daerah pemukiman, dengan jam buka yang panjang, serta menjual lini produk kebutuhan sehari-hari (convenience) yang terbatas dengan tingkat perputaran yang tinggi.

  1. e)Toko Diskon (Discount Stores)

Toko diskon menjual barang-barang standar dengan harga lebih murah karena margin laba yang diambil rendah, sehingga volume penjualannyapun lebih tinggi.

  1. f)Pengecer Potongan Harga (Off-Price retailers)

Pengecer ini membeli produk lebih rendah dari pada grosir, dan harga yang ditetapkan pada konsumen lebih rendah dari pada harga eceran. Biasanya produknya merupakan barang sisa, dan berlebih.

(1) Toko Pabrik (Factory Outlet)

Toko ini dioperasikan dan dimiliki oleh produsen, biasanya menjual barang yang berlebih, tidak diproduksi lagi, tidak reguler dalam memproduksi.

(2) Pengecer Potongan Harga Independen (Independent Off-Price Retailer)

Merupakan pengecer yang dimiliki dan dioperasikan oleh divisi perusahaan pengecer besar.

(3) Klub Gudang/Klub Grosir (Warehause Clubs/Wholesale Clubs)

Menjual produk dengan pilihan terbatas dengan diskon besar bagi anggota yang membayar iuran tahunan. Biasanya melayani usaha kecil dan anggota kelompok, organisasi nirlaba, dan beberapa perusahaan besar, serta pemerintah.

  1. g)Toko Super (Superstores)

Adalah toko yang didirikan dengan tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan konsumen terutama untuk barang-barang yang dibeli secara rutin.

(1) Toko Kombinasi (Combination Store)

Merupakan diversifikasi usaha pasar swalayan ke bidang obat-obatan, seperti toko kombinasi makanan dan obat-obatan.

(2) Pasar Hyper (Hypermarkets)

Pasar ini menggabungkan prinsip pasar swalayan, toko diskon, dan pengeceran gudang, produk yang dijualpun lebih dari sekedar barang-barang rutin.

  1. h)Ruang Pamer Katalog

Eceran jenis ini menjual pilihan produk yang bermerek, markup tinggi, perputaran barangnya cepat dengan harga diskon. Konsumen harus melakukan pemesanan barang dari ruang pamer, dan mengambilnya di tempat pengambilan.

2) Pengecer Tanpa Toko

  1. a)Penjualan langsung (Direct selling)

Jenis penjualan ini sudah lama dimulai, dengan melakukan penjualan dari rumah ke rumah, kantor ke kantor, ataupun ke pesta rumahan.

(1) Penjualan satu-satu

Wiraniaga/sales menjual produk ke satu pembeli potensial dengan mendatanginya (door to door).

(2) Penjualan satu ke banyak (pesta)

Wiraniaga dating ke rumah seseorang dan mengundang teman dan tetangga sekitar untuk menghadiri pesta, lalu mendemonstrasikan produknya.

(3) Pemasaran bertingkat ( Multilevel Marketing)

Perusahaan merekrut usahawan independen sebagai distributor produk mereka, kemudian melakukan distributor tersebut merekrut dan menjual ke subdistributor, begitu seterusnya.

  1. b)Pemasaran langsung (Direct Marketing)

Pemasaran ini bermula lewat surat dan catalog tetapi sekarang mencakup berbagai cara dalam menjangkau konsumen, baik itu melalui telepon (telemarketing), tanggapan langsung melalui televisi, dan belanja elektronik.

  1. c)Mesin penjual otomatis (Automatic vending)

Penjualan dengan mesin penjual telah banyak diterapkan untuk berbagai jenis barang dagangan terutama di negara maju.

  1. d)Jasa pembelian (Buying servis)

Merupakan pengecer tanpa toko yang melayani konsumen khusus, biasanya suatu anggota organisasi yang diberi hak untuk membeli di pengecer tertentu dengan diskon.

3) Organisasi Eceran

Banyak toko eceran independen yang berada dalam penjualan eceran korporat, yang dapat mencapai skala ekonomi yang lebih besar. Jenis-jenis penjualan eceran korporat diantaranya:

  1. a)Jaringan toko korporat (Corporat chain stores)

Dapat berupa gabungan dua toko atau lebih yang dimiliki dan dikelola bersama, dengan pembelian dan perdagangan terpusat, menjual lini produk yang sejenis.

  1. b)Jaringan sukarela

Terdiri dari suatu kelompok pengecer independent yang didukung oleh pedagang besar yang melakukan pembelian secara borongan.

  1. c)Koperasi pengecer

Terdiri dari pengecer-pengecer independen yang membentuk organisasi pembelian terpusat dan promosi bersama.

  1. d)Koperasi konsumen

Adalah usaha penjual eceran yang dimiliki oleh para konsumen dengan harga rendah dan anggotanya menerima suatu keuntungan deviden berdasarkan tingkat pembelian.

  1. e)Organisasi Waralaba (Franchise)

Adalah organisasi berdasarkan kontrak antara pihak yang menjual franchise (pabrik, grosir atau organisasi bidang jasa) dengan pihak pembeli franchise (usahawan yang membeli hak untuk mempunyai dan menjalankan satu atau lebih unit dalam sistem franchise).

  1. f)Konglomerat Perdagangan

Merupakan perusahaan yang bentuknya bebas dengan menggabungkan beberapa lini dan bentuk eceran dalam kepemilikan terpusat, serta menggabungkan fungsi distribusinya dan manajemen.

Baca Juga :

Similar Posts