Pendidikan

Pengembangan Karakter Bangsa dengan Pembinaan

Pengembangan Karakter Bangsa dengan Pembinaan

  1. Sosialisasi

Penyadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya karakter bangsa.  Media cetak dan elektronik perlu berperanserta dalam sosialisasi.

  1. Pendidikan

Formal (satuan pendidikan), nonformal (kegiatan keagamaan,kursus, pramuka dll.),  informal (keluarga, masyarakat, dan tempat kerja), forum pertemuan (kepemudaan).

  1. Pemberdayaan

Memberdayakan semua pemangku kepentingan (orang tua, satuan pendidikan, ormas, dsb.) Agar dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter.

  1. Pembudayaan

Perilaku berkarakter dibina dan dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai kehidupan agar menjadi budaya.

  1. Kerjasama

Membangun kerjasama sinergis antara semua pemangku kepentingan

  1. Faktor yang Mempengaruhi Karakter Bangsa

  2.  Lingkungan Global

Globalisasi dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan internasionalisasi yang dikaitkan dengan  berkurangnya peran dan batas-batas suatu negara yang disebabkan adanya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui berbagai bentuk interaksi. Globalisasi juga dapat memacu pertukaran arus manusia, barang, dan informasi tanpa batas. Hal itu dapat menimbulkan dampak terhadap penyebarluasan pengaruh budaya dan nilai-nilai termasuk ideologi dan agama dalam suatu bangsa yang sulit dikendalikan. Pada gilirannya hal ini akan dapat mengancam jatidiri bangsa.

Berdasarkan indikasi tersebut, globalisasi dapat membawa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa Indonesia, terutama masyarakat kalangan generasi muda yang cenderung mudah terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya dan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tidak kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

  1. Lingkungan Regional

Pada lingkungan regional, pengaruh globalisasi juga membawa dampak terhadap terkikisnya budaya lokal di zona negara-negara Asia Tenggara. Dampak tersebut berwujud adanya ekspansi budaya dari negara-negara maju yang menguasai teknologi informasi. Meskipun telah dilaksanakan upaya pencegahan melalui program kerja sama kebudayaan, namun melalui teknologi infomasi yang dikembangkan, pengaruh negara lain dapat saja masuk.

Perkembangan regional Asia atau lebih khusus ASEAN dapat membawa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

sumber :

https://henri-bienvenu.com/alpha-beta-apk/

Similar Posts