Pengertian dan Hukum Mudarabah

 Pengertian dan Hukum Mudarabah

   Mudarabah adalah suatu perjanjian yang dilakukan oleh dua orang/pihak atau lebih dan salah satu orang/pihak,diantara mereka bersedia mengeluarkan sejumlah modal uang atau barang untuk diperdagangkan oleh pihak lainnya dengan ketentuan pembagian laba sesuai kesepakatan. Hukum mudarabah adalah jaiz(boleh)selama tidak ada pihak yang dirugikan. Sebagai firman Allah Swt. Berikut

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الأرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٠)

Artinya: Dan yang lain berjalan dibumi mencari sebagian karunia Allah.(Q.S. Al-Muzzammil,73;20)     

Mudarabah ini telah terjadi di Zaman Rasulullah saw.,bahkan beliau sendiri pernah melakukannya dengan Siti khadijah sebelum beliau menikahinya. Rasulullah saw. Pergi ke negeri Syam dengan membawa modal dagangan dari Siti Khadijah,dan sepulangnya dari perniagaan beliau segera menyerahkan modal pokoknya dan membagi keuntungan sesuai kesepakatan.


  1. Syarat-syarat Mudarabah

Sebelum melaksanakan mudarabah,terlebih dahulu harus terpenuhi syarat-syaratnya yaitu sebagai berikut.

  1. Modal yang akan dimudarabah harus jelas dalam bentuk uang tunai,bukan barang,emas,perak batangan,atau barang barang berharga lainnya.
  2. Jumlah modal yang akan dimudarabahkan harus jelas jumlah nya agar dapat dibedakan dengan keuntungan yang didapatkannya.
  3. Keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik modal dan bekerja harus dijelaskan dalam transaksi sesuai kesepakatan,misalnya dengan sistem paruhan,sepertiga,atau seperempat.
  4. Mudarabah harus bersifat mutlak,artinya sipemilik modal tidak boleh ikut campur dalam pelaksanaan usaha yang akan dijalankan oleh pihak pekerja.

    Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi,mudarabah tidak dapat dijalankan. Artinya,mudarabah menjadi batal dengan sendirinya manakala ditengah perjalanan ada syarat-syarat yang dilanggar oleh salah satu pihak yang bertransaksi.

baca juga :