Kuliner

Pengertian Laba

Pengertian Laba

“Laba” atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan jumlah pendapatan setelah dikurangi biaya-biaya yang dibutuhkan dalam seluruh proses yang dilalui. Tanpa diperoleh laba, perusahaan tidak dapat memenuhi tujuan lainnya yaitu pertumbuhan yang terus-menerus (going concern) dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility). Untuk menjamin agar perusahaan mampu menghasilkan laba, maka manajemen perusahaan harus merencanakan dan mengendalikan 2 faktor penentu laba yaitu  pendapatan dan biaya. ( Ellys Delfrina Sipangkar,2008)

Untuk memaksimalkan laba yang diperoleh setiap perusahaan bisa dicapai melalui bermacam-macam cara antara lain ialah melalui efisiensi di semua bidang, seperti produksi, sumber daya manusia, maupun keuangan. Dalam teori ekonomi mikro, tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan secara teoritis  laba adalah kompensasi atau resiko yang di tanggung oleh perusahaan. Untuk bagian laba terdapat dua jenis laba yaitu :

  1.     Laba bisnis ( pendapatan penjualan -biaya exsfilisit dalam menjalankan bisnis). Eksplisit cost
    merupakan biaya yang pengeluarannya ada bukti jelas contoh gaji, listrik,bbm, dan lain-lain.
  2.     Laba ekonomi (laba bisnis – biaya modal yang implisit dan masukan lain yang disediakan
    pemilik dan pergunakan perusahaan). implisit cost merupakn biaya yang tak terlihat jelas tetapi
    tetap harus diakomodir sebagai  biaya.

2.2 Tinjauan Pustaka dan Pembahasan Menurut Para Ahli

Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut

Menurut Harahap (2005:263) laba merupakan angka yang penting dalam laporan keuangan karena berbagai alasan antara lain: laba merupakan dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang, dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi dalam menjalankan perusahaan, serta sebagai dasar dalam penilaian prestasi atau kinerja perusahaan.

Dalam keseimbangan jangka panjang, laba ekonomis akan menjadi nol jika semua perusahaan beroperasi dalam industri persaingan sempurna. Dengan kata lain, semu perusahaan akan memperoleh tingkat laba bisnis yang hanya mencerminkan tingkat kembalian modal dari investasi yang mereka tanamkan. Namun demikian, diketahui bahwa tingkat laba yang diperoleh perusahaan- perusahaan juga berbeda-beda. Tingkat laba berkisar dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Mengenai hal ini, Lincoln Arsyad mengemukakan beberapateori alternative yang menjelaskan beberapa perusahaan menerima laba ekonomis.

Sumber :

https://sorastudio.id/belum-dirilis-galaxy-note8-kabarnya-terpampang-di-situs-resmi-samsung/

Similar Posts