Agama

Pengertian Qiyas & Tingkatan-tingkatan Qiyas

Pengertian Qiyas & Tingkatan-tingkatan Qiyas

Pengertian Qiyas & Tingkatan-tingkatan Qiyas

Qiyas

Sumber atau dalil hukum islam yang disepakati selanjutnya adalah Qiyas. Secara Bahasa qiyas adalah mengukur atau membandingkan, sedangkan secara terminologi menurut Abdul Wahhab Khalaff Qiyas adalah menyamakan suatu kasus yang tidak terdapat hukumnya dalam nash dengan kasus yang hukumnya terdapat dalam nash, karena adanya persamaan illat dalam kasus itu.

Maka dapat diketahui bahwa hakikat qiyas adalah:

a) Ada dua kasus yang mempunyai ‘illat yang sama.
b) Satu diantara dua kasusu yang bersamaan ‘ilatnya itu sudah ada hukumnya yang ditetapkan berdasarkan nash, sedangkan yang satu lagi belum diketahui hukumnya.
c) Berdasarkan ‘ilat yang sama, seorang mujtahid menetapkan hukum pada kasus yang tidak ada nashnya itu seperti hukum yang berlaku pada kasus yang hukumnya telah ditetapkan berdasarkan nash.

Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam qiyas yaitu: al-ashl (dasar; pokok), al-far’u (cabang), hukum ashl, dan ‘illah.

Tingkatan-tingkatan Qiyas

Qiyas terbagi menjadi beberapa tingkatan, tengkatan-tingkatan qiyas ditinjau dari beberapa segi, yaitu dari segi kejelasan, kekuatan, penyebutan, keserasian ‘illah, dan dari segi metode penemuan ‘illahnya. Di bawah ini akan dijelasakan tiga tingkatan qiyas yang disebut pertama.

Ditinjau dari segi kejelasan ‘illahnya, qiyas dapat dibagi menjadi dua bagian:

a) Qiyas al-jali (qiyas yang nyata). Qiyas ini terbagi lagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:

1. Suatu qiyas yang hukumnya bersifat nyata karena disebutkan oleh nashsh.
2. Suatu qiyas yang ‘illahnya tidak deisebutkan di dalam nashsh, tetapi tidak ada kesamaran untuk mengetahui persamaan ‘illah itu di dalam al-ashl dan al-far’u.
b) Qiyas al-khafi (qiyas yang tersembunyi), yaitu qiyas yang ‘illahnya tidak disebutkan di dalam nashsh secara nyata, sehingga untuk menemukan ‘illah hukumnya memerlukan ijtuhad.

qiyas yang ditinjau dari segi kekuatan atau lemahnya ‘illah

yang terdapat dalam al-far’u dibandingkan dengan ‘illah yang terdapat pada al-ashl tingkatan qiyas terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:

a) Qiyas al-Awla (qiyas yang lebih utama), adalah qiyas yang ‘illahnya pada al-far’u lebih kuat dibandingkan dengan al-ashl, sehingga penerapan hukum yang terdapat pada al-ashl lebih utama diterapkan pada al-far’u.
b) Qiyas al-Musawi (qiyas yang setara), adalah qiyas yang memiliki kekuatan ‘illah yang sama, yang terdapat pada al-ashl dan al-far’u, sehingga hukumnya sama pada keduanya.
c) Qiyas al-Adna (qiyas yang lebih rendah), adalah qiyas yang ‘illah hukum yang terdapat pada al-far’u lebih lemah daripada ‘illah yang terdapat pada al-ashl. Meskipun ‘illah hukumnya lebih lemah, namun ketentuan hukum yang terdapat pada al-ashl tetap memenuhi syarat untuk diterapkan pada al-far’u.

Tingkatan ‘illah ditinjau dari segi disebutkan atau tidaknya disebutkannya ‘illah

tersebut dalam al-ashl, dapat dibagi pada dua tingkatan, yaitu qiyas al-‘illah dan qiyas al-ma’na:

a) Qiyas al-‘illah, yaitu qiyas yang ‘illah-nya disebutkan secara jelas dalam al-ashl. Berasarkan al-ashl yang ‘illah-nya jelas inilah diterapkan hukumnya kepada al-far’u yang juga memiliki ‘illah yang sama terdapat di dalamnya.
b) Qiyas al-ma’na, yaitu qiyas yang tidak disebutkan secara jelas ‘illah-nya dalam al-ashl, tetapi dapat dipahami dengan jelas adanya sesuatu yang menurut logika hukum bahwa ia adalah ‘illah hukum tersebut. ‘Illah ini kemudian menjadi dasar untuk menetapkan hukum pada al-far’u yang memiliki persamaan ‘illah.

Sumber: www.wfdesigngroup.com

Similar Posts