Pengertian Sewa-menyewa

Pengertian Sewa-menyewa

Sewa menyewa dalam fiqh Islam disebut ijarah, artinya imbalan yang harus diterima oleh seseorang atas jasa yang diberikannya. Jasa di sini berupa penyediaan tenaga dan pikiran, tempat tinggal, atau hewan.

            Dasar hukum ijarahdalam firman Allah Swt.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلا وُسْعَهَا لا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلادَكُمْ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (٢٣٣) Artinya: ”…dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain,maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut…” (Q.S. al-Baqarah/2: 233)

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ وَإِنْ كُنَّ أُولاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَى (٦)

Artinya: “…kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka…” (Q.S. at-Talaq/65: 6)


  1. Syarat dan Rukun Sewa-menyewa

1)                  Yang menyewakan dan yang menyewa haruslah telah balig dan berakal sehat.

2)                  Sewa-menyewa dilangsungkan atas kemauan masing-masing, bukan karena dipaksa.

3)                  Barang tersebut menjadi hak sepenuhnya orang yang menyewakan, atau walinya.

4)                  Ditentukan barangnya serta keadaan dan sifat-sifatnya.

5)                  Manfaat yang akan diambil dari barang tersebut harus diketahui secara jelas oleh kedua belah pihak. Misalnya, ada orang yang menyewa sebuah rumah. Si penyewa harus menerangkan secara jelas kepada pihak yang menyewakan, apakah rumah tersebut mau ditempati atau dijadikan gudang. Dengan demikian, si pemilik rumah akan mempertimbangkan boleh atau tidak disewa. Sebab risiko kerusakan rumah antara dipakai sebagai tempat tinggal berbeda dengan risiko dipakai sebagai gudang. Demikian pula jika barang yang disewakan itu mobil, harus dijelaskan dipergunakan untuk apa saja.

6)                  Berapa lama memanfaatkan barang tersebut harus disebutkan dengan jelas.

7)                  Harga sewa dan car pembayaannya juga harus ditentukan dengan jelas serta disepakati bersama.

9.

Dalam hal sewa-menyewa atau kontrak tenaga kerja, haruslah diketahui secara jelas dan disepakati bersama sebelumnya hal-hal berikut.

1)      Jenis pekerjaan dan tenaga kerjanya.

2)      Berapa lama masa kerja.

3)      Berapa gaji dan bagaimana sistem pembayarannya: harian, bulanan, mingguan ataukah borongan?

4)      Tunjangan-tunjangan seperti transpor, kesehatan,dan lain-lain, kalau ada.

sumber :

https://henri-bienvenu.com/alpha-beta-apk/