Agama

Pengertian sujud syukur dan syarat serta tata cara sujud syukur

Pengertian sujud syukur dan syarat serta tata cara sujud syukur

Pengertian sujud syukur dan syarat serta tata cara sujud syukur

Pengertian sujud syukur dan syarat serta tata cara sujud syukur
Pengertian sujud syukur dan syarat serta tata cara sujud syukur

Pengertian Sujud Syukur

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Sujud Syukur adalah Sujud yang dilakukan karena mensyukuri nikmat Allah disebabkan telah dikaruniai nikmat (keberhasilan) atau telah terlepas dari bahaya (musibah), Baik kenikmatan atau musibah yang bersifat individu atau yang bersifat umum (menimpa umat Islam). Jumhur ulama sependapat ikhwal sunatnya mengerjakan Sujud Syukur.

Sujud syukur disunnahkan dalam dua kondisi:
Ketika adanya anugerah atau nikmat yang baru seperti seseorang mendapat hidayah, masuk Islam, atau umat Islam mendapat pertolongan atau kelahiran anak, dll.
Ketika tercegah atau terhindarnya musibah seperti selamat dari kecelakaan tenggelamnya kapal, jatuhnya pesawat atau selamat dari pembunuhan, dan lain-lain.

Syarat Sujud Syukur

Sujud syukur tidak disyaratkan menghadap kiblat, juga tidak disyaratkan dalam keadaan suci karena sujud syukur bukanlah shalat. Namun hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja dan bukan syarat. Demikian pendapat yang dianut oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang menyelisihi pendapat ulama madzhab.

Tata cara sujud syukur

Suci lebih afdhal. Sujud syukur itu juga memerlukan syarat-syarat sebagai syarat-syarat shalat, tetapi ada pula ulama yang berpendapat bahwa syarat-syarat itu tidak diperlukan sebab memang bukan termasuk dalam shalat. Dalam kitab Fat-hul ‘Allam disebutkan bahwa pendapat kedua inilah yang lebih tepat. Syaukani berkata:
“Dalam sujud Syukur tidak terdapat sebuah hadits pun yang menjelaskan bahwa untuk melakukannya itu disyaratkan berwudhu, suci pakaian dan tempat.”
Takbir diperlukan (?) . imam Yahya dan Abu Thalib. berpendapat bahwa tidak terdapat keterangan dari Nabi saw. yang menjelaskan bahwa dalam sujud syukur itu diharuskan bertakbir, hanya saja disebutkan dalam kitab Bahr bahwa dalam sujud syukur itu takbir diperlukan.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

Tata caranya Seperti sujud tilawah. Yaitu ;
dengan sekali sujud.
Ketika akan sujud hendaklah dalam keadaan suci lebih baik, tidak juga tidak apa apa,
menghadap kiblat,
lalu bertakbir,
kemudian melakukan sekali sujud.
Saat sujud, bacaan yang dibaca adalah seperti bacaan ketika sujud dalam shalat.
Kemudian setelah itu bertakbir kembali dan mengangkat kepala.
Setelah sujud tidak ada salam dan tidak ada tasyahud.
Tidak di waktu shalat. Imam Yahya berkata bahwa sujud syukur dalam shalat tidak dibolehkan, dan memang tidak ada seorang ulama pun yang memperkenankannya, sebab tidak ada sangkut-pautnya sama sekali.
Mohon maaf aba bila ada kesalahan.semoga dapat memberi manfaat kepada anda.

Wassalamu’alaikum warhmatullahi wabarakatuh

Similar Posts