Penguatan Pendidikan Karakter Ala Kota Ternate

Siapa Bilang Lulusan SMK Tak Bisa Jadi Pengusaha Ini Buktinya!

Penguatan Pendidikan Karakter Ala Kota Ternate

Siapa Bilang Lulusan SMK Tak Bisa Jadi Pengusaha Ini Buktinya!
Siapa Bilang Lulusan SMK Tak Bisa Jadi Pengusaha Ini Buktinya!

Kemendikbud — Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai perwujudan amanat Nawa Cita. Implementasi PPK di setiap daerah dilakukan sesuai dengan kearifan lokal dan inovasi maupun kreativitas daerahnya masing-masing. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate, yang menjalankan program penguasaan baca dan tulis alquran untuk siswa yang beragama Islam, dan penguasaan kitab-kitab bagi siswa yang beragama lain

Hari Haerudin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ternate mengatakan, komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dilakukan dengan penerapan penguatan pendidikan karakter bagi siswa, antara lain melalui program penguatan pendidikan keagamaan.

“Saat ini kami menjalankan program penguatan pendidikan karakter melalui

penguatan pendidikan keagamaan yaitu baca dan tulis alquran untuk siswa SD yang beragama muslim dan penguasaan kitab-kitab untuk yang nonmuslim,” ujar Hari saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (5/2/2018).

Untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud, Pemerintah Kota Ternate juga melakukan pengembangan kualitas guru dan kepala sekolah. Hal itu dilakukan dengan peningkatan kompetensi guru melalui kelompok-kelompok kerja yaitu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru mata pelajaran, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk kepala sekolah pendidikan dasar, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk kepala sekolah pendidikan menengah.

“Kami berharap dengan program tersebut kepala sekolah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik

dan ada peningkatan mutu setiap tahunnya,” ujar Hari.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate juga memberikan Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) kepada sekolah-sekolah sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah dan sebagai stimulus bagi sekolah. “Jadi kebijakan dari pemerintah kota yaitu memberikan stimulus kepada sekolah melalui BOSDA. Kami berikan Rp35.000 per siswa untuk jenjang SD dan Rp75.000 per siswa untuk jenjang SMP,” katanya.

Pemberian BOSDA tersebut meningkat drastis dari tahun sebelumnya, yaitu Rp3.000 per siswa untuk jenjang SD dan Rp35.000 per siswa untuk jenjang SMP. “Mereka itu adalah putra dan putri daerah yang memiliki hak yang sama dan butuh perhatian pemerintah,” kata Hari. Ia kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ternate bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama, karena kualitas sumber daya manusia akan menjadi fondasi bagi pembangunan di daerah. (Harriswara Akeda/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/