Pendidikan

Peradaban dan Kepercayaan Masyarakat Sebelum Datangnya pengaruh Islam

Peradaban dan Kepercayaan Masyarakat Sebelum Datangnya pengaruh Islam

Secara umum dapat dikatakan bahwa peradaban yang tumbuh dan berkembang pada suatu masyarakat, sangat dipengaruhi oleh ajaran setempat. Seperti kebudayaan yang dipengaruhi oleh aliran Konfusianisme, Taoisme dan Bhudisme. Aliran ini mempengaruhi seluruh Asia lebih dari 2000 tahun lalu. Ketiga kepercayaan itu mengilhami sistem pendidikan, seni, sastra, perundangan, dan sosial, serta yang lainnya. Dalam bentuk kesadaran kolektif yang mendasari hidup bermasyarakat di Asia.
Pengaruh Konfusianisme yang paling besar adalah di Cina, Jepang, Korea, Vietnam, dan sekitarnya. Ajarannya yang menganggap bahwa menusia adalah bagian dari alam semesta. Oleh karena itu manusia harus berhubungan secara baik dan harmonis dengan alam sekitarnya. Penganut kepercayaan ini selalu berusaha bersikap ksatria, manusia bangsawan, orang bijak, dan manusia yang berhati lapang.
Dalam kehidupan sosial, kepercayaan ini banyak berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di beberapa negeri Asia. Sehingga orang yang menganutnya, merasa berkewajiban untuk selalu berbuat demi sesama umat manusia.
Adapun ajaran Taoisme mengandung nilai-nilai luhur yang penuh dengan kebajikan. Kebajikan pertama adalah Wu-Wei, yakni jangan memaksa atau tidak mencampuri. Kepercayaan ini juga mengajarkan kelembutan, rendah hati, sikap takluk, menerima apa adanya, dan berserah diri.
Dalam ajaran agama Budha atau Budhisme diajarkan tentang berbagai hal yang menuju kepada kebebasan. Kerena Budha sendiri mengajarkan untuk menyerahkan diri dan membimbing manusia menuju kebebasan.
Ajaran-ajaran tersebut di atas mempengaruhi pola pikir pemeluknya. Sehingga dalam peradabannya juga dapat kita lihat adanya pengaruh dari ajaran tersebut.
Dalam pengembangan peradaban yang mereka ciptakan, juga sangat terasa pengaruh ajaran tersebut. Hasil peradaban yang mereka ciptakan, seperti bangunan Kuil, candi dan sebagainya, sangat erat kaitannya dengan semangat keagamaan dan kuatnya arus aliran kepercayaan yang mereka anut. Kelemahan dari semua ajaran itu adalah bahwa semua yang melekat dengan kehidupan ini adalah penderitaan.
Kepercayaan mereka terhadap Tuhan, hanya bersifat kemanusiaan, artinya bahwa Tuhan yang disembahkan adalah hasil dari rekayasa manusia, bukan tuhan sebenarnya. Karena manusia diciptakan tanpa diberi petunjuk siapa pencipta sebenarnya. Oleh karena itu, Tuhan memberikan petunjuk melalui seorang utusan yang dalam agama Islam disebut Rasul. Memang mereka bisa mengetahui tentang perlunya menyembah Tuhan, tetapi penyembahanitu masih dalam kekeliruan. Karena yang disembah mereka bukanlah pencipta sebenarnya, melainkan ciptaan belaka.
Kita tahu bahwa aliran-aliran tersebut adalah ajaran manusia belaka, tidak mempunyai nilai-nilai Ilahiyah. Oleh karena itu, kepercayan mereka belum benar, dan terus berada dalam kesesatan, meskipun ajaran itu berguna bagi kehidupan manusia di dunia. Inilah kepercayaan yang dianut sebagian Asia sebelum kedatangan agama Islam. Dan kebudayaan mereka juga dipengaruhi oleh aliran kepercayaan masyarakat itu sendiri, seperti yang mereka ciptakan dalam bentuk bangunan candi dan bangunan kuil-kuil.
Secara berangsur, aliran kepercayaan itu berubah setelah kedatangan agama Islam, meski pun tidak semuanya melepaskan ajaran agama lam mereka. Seperti masyarakat Thailand, dan sebagainya.

 

Similar Posts