Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri dan Runtuhnya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri dan Runtuhnya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri dan Runtuhnya

 

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri dan Runtuhnya
Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri dan Runtuhnya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Sejarah wacana kerajaan Kediri diketahui dari beberapa peninggalan Kerajaan Kediri, salah satunya dari prasasti Kerajaan Kediri. Berikut prasasti-prasastinya.

Prasasti Sirah Keting

Prasasti ini berisi wacana pinjaman penghargaan berupa tanah dari Jayawarsa kepada rakyat desa lantaran telah berjasa.

Prasasti di Tulungagung dan Kertosono

Kedua prasasti ini berisi wacana dilema keag

amaan. Kedua prasasti ini berasal dari Raja Kameshwara.

Prasasti Ngantang

Prasasti ini berisi wacana pinjaman hadiah berupa tanah nan dibebaskan dari pajak oleh Jayabaya. Prasasti ini ditujukan buat rakyat Desa Ngantang lantaran telah mengabdi buat Kemajuan Kediri.

Prasasti Jaring

Prasasti ini dibentuk oleh Raja Gandra. Isinya ialah nama-nama nan berasal dari nama hewan, ibarat Tikus Jinada, Kebo Waruga, dan sebagainya. Hal ini memunculkan adanya birokrasi kerajaan.

Prasasti Kamulan

Prasasti ini berisi wacana kejadian dikalahkannya musuh oleh Kediri di istana Katang-Katang.

Prasasti Padelegan

Prasasti ini dibentuk oleh Raja Kameshwara guna mengenang rasa bakti penduduk Padelegan pada raja.

Prasasti Panumbangan

Prasasti ini berisi wacana pinjaman anugerah raja buat penduduk Panumbangan lantaran telah mengabdi kepada rakyat.

Prasasti Talan

Prasasti ini berisi wacana diberikannya hak istimewa oleh raja kepada penduduk Desa Talan dengan cara membebaskan rakyat dari pajak.

Prasasti Ceker

Prasasti ini berisi wacana anugerah raja nan diberikan kepada penduduk Desa Ceker lantaran telah mengabdi buat kemajuan Kediri.

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya , terjadi kontradiksi dengan kaum Brahmana. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa meyembahnya sebagai dewa. Kemudian kaum Brahmana meminta proteksi Ken Arok , akuwu Tumapel. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter, pada tahun 1222 M. Dalam pertempuarn itu Ken Arok sanggup mengalahkan Kertajaya, pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri.

Setelah berhasil menyerah kan Kertanegara, Kerajaan Kediri bangun kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari, Raden Wijaya, berhasil meloloskan diri ke Madura. Karena perilakunya yang baik, Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai kawasan tempat tinggalnya. Pada tahun 1293, tiba tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. Ia berhubungan dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang gampang dikalahkan. Setelah itu tidak ada lagi gosip wacana Kerajaan Kediri.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/