Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi

Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi

Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi

Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi
Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi

Prinsip Munkner

  • Keanggotaan bersifat sukarela
  • Keanggotaan terbuka
  • Manajemen dan pengawasan dilaksanakan secara demokratis
  • Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
  • Pendistribusian hasil ekonomi yang adil dan merata
  • Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan

Prinsip Rochdale

  • Pengawasan secara demokratis
  • Keanggotaan yang terbuka
  • Bunga atas modal dibatasi
  • Netral terhadap politik dan agama
  • Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
  • Barang-barang yang dijual harus original dan bukan yang palsu

 

Prinsip Raiffeisen

  • Tanggung jawab kepada anggota tidak terbatas
  • Swadaya
  • Usaha hanya kepada anggota
  • Pengurus bekerja sukerla
  • Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
  • Daerah kerja terbatas

 

Prinsip Herman Schulze

  • Daerah kerja tak terbatas
  • Swadaya tanggung jawab anggota terbatas
  • Pengurus bekerja dengan imbalan atau balasan
  • Usaha tidak terbatas hanya pada anggota

 

Prinsip ICA (International Cooperative Alliance)

  • Semua koperasi melaksanakan pendidikan secara terus menerus
  • Anggota koperasi selalu terbuka tanpa ada pembatasan
  • Kepemimipinan demokratis antara satu orang dan satu suara
  • Gerakan kopersi melakukan kerjasama yang erat, baik regional, nasional, internasional
  • Modal dan bunga diterima terbatas jika ada

 

Prinsip koperasi menurut UU NO. 12 / 1967

  • Sifat keanggota sukerala dan terbuka kepada warga NKRI
  • Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi
  • Adanya pembatasan bunga atas modal
  • Usaha dan tata laksananya bersifat terbuka
  • Swadaya, swakarsa, dan swasembada sebagai prinsip dasar percaya pada diri

Baca Juga :