Umum

Rumah Rempah Karya

Rumah Rempah Karya

Beberapa waktu yang lalu kami berkeliling studio untuk mengunjungi berbagai objek di sekitar Surakarta dan Boyolali. Salah satunya adalah Rempah Rumah Karya milik Paulus Mintarga.

Paulus Mintarga adalah seorang insinyur sipil yang juga terlibat aktif dalam desain bangunan. Banyak karyanya dibuat dengan berbagai fungsi. Fitur desainnya yang unik dapat dilihat dalam karyanya. Selain Rumah Rempah Karya, karyanya antara lain Mezzanine Cafe dan Rumah Atsiri Indonesia.

Rumah Rempah Karya telah dibuka untuk umum sejak tahun 2011. Namun sesampainya di sana, terlihat sangat berbeda dengan saat pertama kali dibuka. Hal ini disebabkan beberapa hal, seperti tanaman yang tumbuh lebat, bahan yang sudah luntur, dan beberapa barang yang diletakkan di dalam gedung.

Begitu masuk ke dalam kompleks bangunan, kita akan disambut dengan struktur baja yang menyerupai rangka payung raksasa. Di antara irisan baja payung ada jaring kawat yang melaluinya tanaman merambat bisa tumbuh. Struktur ini berfungsi sebagai payung untuk area di bawahnya. Area di bawahnya berupa kursi bulat panjang, seperti penonton teater. Kursi ini dilipat menjadi lengkungan tengah di atas tiang besar payung.

Bangunan pertama yang kami masuki adalah bangunan rangka baja, sebagian berlantai dua, dengan atap miring ke satu sisi hingga menyentuh dinding lantai pertama, atap melengkung ini dilapisi dengan sejenis kain yang berfungsi sebagai plafon. Rangka baja dipadukan dengan profil besi potong yang dipasang di sepanjang sisi untuk menandai batas secara visual dari lantai satu ke lantai dua. Gedung ini merupakan bengkel bagi rekan-rekan yang membuat karya seni khususnya kriya dan instalasi.

Berbagai kerajinan tangan dipajang di seluruh ruangan panjang yang berukuran setengah lebar bangunan. Sangat menarik melihat karya seni tersebut. Kami tidak terbiasa bekerja, tetapi itu benar-benar luar biasa dan menyenangkan.

Pintu belakang gedung bengkel memiliki patio dengan lantai beraspal tebal. Di samping pelataran terdapat kolam ikan hias berupa batu-batu besar yang ditopang besi cor. Kolam ini berlanjut hingga bagian depan gedung bengkel.

Ada tangga besi melingkar dengan tangga kayu yang melewati teras dan kolam renang. Tangga melingkar ini mengarah ke lantai dua, Ruang Belajar Desain Pak Paulus Mintarga.

Di belakang gedung terdapat sebuah gedung yang menyimpan barang-barang bekas yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk realisasi pekerjaan. Material ini berupa besi, batu dan kayu.

Sangat menarik untuk melihat gedung-gedung di kompleks ini. Bahan yang digunakan sangat beragam. Sejumlah struktur dan material yang digabungkan dengan material yang digunakan diintegrasikan dengan cermat ke dalam bangunan ini. Kami membuat batako, besi, kayu dan kaca dalam satu kesatuan bangunan yang rapi. Dan yang terpenting, Bapak Menurut prinsip Paulus, segala sesuatu yang terjadi di kompleks ini mengalir secara alami, termasuk pembangunan gedung dan penggunaan oleh arsitek, seniman, dan pengguna lainnya.

Similar Posts