Salah satu masalah pokok dalam pertanian lahan kering adalah

Salah satu masalah pokok dalam pertanian lahan kering adalah

Salah satu masalah pokok dalam pertanian lahan kering adalah

Salah satu masalah pokok dalam pertanian lahan kering adalah
Salah satu masalah pokok dalam pertanian lahan kering adalah

Kecenderungan para petani untuk menggunakan terlalu banyak

Pupuk N dan kurang menggunakan pupuk P dan K. Kebiasaan ini mempunyi berberapa akibat penting yang patut diperhatikan. Pertama, pupuk N menjadi tanah lebih asam. Kedua, kalau pupuk N digunakan secara tersediri, kekurangan unsur Pdan K serta unsur-unsur lainya pada tanah lama- kelamaan akan berkurang. Ketiga, kalau pupuk N diberikan dalam jumlah yang banyak pada tanaman kacang-kacangan pengikatan unsur hara N dari udara akan berkurang. Keempat, manfaat pupuk N tidak dapat diperoleh karena kekurangan unsur-unsur hara lainya.

 

Karena kemampuanya untuk mengikat unsur hara N dari udara

Tanaman kacangan berpotensi untuk memberi unsur hara N dalam jumlah besar pada sistem pertanian, itulah salah satu alasan dianjurakan petani untuk menanam tanaman pangan secara bergiliran (misalnya padi – kacang tanah – padi) dan menggunakan pupuk hijau pada sistem pertanian mereka. Namun, proses pengikatan unsur N dari udara pada tanaman kacang-kacangan sering dibatasi oleh kekuranya unsur P dalam tanah. Sebab itu, metode ini mungkin lebih efektif untuk menambah jumlah unsur N adalah menambah unsur P terlebih dahulu. Dengan demikian kacangan-kacangan akan lebih mampu mengikat unsur hara N diudara, dan unsur N dalam sistem akan bertambah.Apabila diberikan unsur P dengan secukupnya, tanaman akan menghasilkan sistem perakaran yang lebih besar dan efektif, dan secara tidak langsung P dapat menambah kemampuan tanaman untuk mendapat unsur hara lain (K, Mg, Ca) dalam tanah.

 

Pemberian 1 t/Ha rok fosfat (atau 400 kg/ha TSP + 1 ton/ha kapur)

Pada lahan kering yang asam merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah unsur P dalam sistem pertanian Pada tanah yang asam, rok fosfat lebih cocok digunakan dari pada TSP atau SP-36, dan lebih murah per kg P2O5. Setelah pemberian unsur P, sebaiknya ditanam tanaman jenis kacang-kacangan untuk menggunakan kesempatan pengikatan unsur N dari udara. Sebaiknya ditanam jenis kacang-kacangan yang menghasilkan .

Banyak biomasa yang mengandung unsur hara tinggi seperti  Mucuna cochinchinensis

Tetapi mungkin petani cenderung menanam kacangan-kacangan yang memberi nilai ekonomi seperti kacang tanah (Arachis hypogea). Hal ini terlalu mahal bagi petani dan dari pada menghabiskan waktu, tumbuhan polong seperti kara benguk dapat ditanam, asalkan dapat memberikan hasil ekonomi dan membantu meningkatkan kesediaan unsur fosfat untuk tanaman berikutnya.

 

SISTEM BERAT

Kebun yang sudah diolah cukup lama dan tidak subur lagi, biasanya kebun diistirahatkan dahulu oleh petani guna menggembalikan kesuburan tanah (biasa disebut sistem bera). Dalam pelaksanaanya paling sedikit petani harus membagi dua bagian, satu bagian diberakan dan bagian lain digarap untuk memenuhi kebutuhan keluarga

Pada saat persiapan bera, biasanya petani membirakan jenis-jenis tanaman tertentu untuk tetap tumbuh.

Setelah diberakan selama berberapa tahun dan dianggap sudah subur lagi, kebun tersebut diolah kembali. Pemberahan yang alami biasanya memerlukan waktu 5-15 tahun, yang ditandai dengan lebatnya tanaman yang menutupinya. Para petani dapat mengenali tanda-tanda tanah yang telah subur, misalnya banyaknya tahi cacing tanah, sebagai tanda bahwa tanah telah meningkat kesuburanya Adanya tanaman liar tertentu seperti Tembelekan (Lantana cemara) Timoniom timun dan Mindi (Melia azedarach) dapat juga digunakan sebagai tanada bahwa kebun sudah dapat dibuka dan digarap lagi.

Untuk memperbaiki sestim bera, maka sebelum kebun diberakan, petani menanam pohon-pohon leguminosa secara larikan menjelang atau sesudah panen terakhir. Jika telah ada tanaman larikan, petani akan membiarkan tanaman tersebut sebagai tanaman bera. Selain itu mereka juga dapat menanam tanaman pupuk hijau atau penutup tanah jenis perdu diantara larikan tanaman. Dengan raca ini, bahan organik akan diperoleh lebih banyak, dapat mempercepat pemulihan kesuburan tanah an memperpendek masa bera hingga 2-4 tahun.

Adanya jenis-jenis tanaman yang beragam tersebut mempunyai banyak keuntungan serta dapat mengurangi resiko terserang oleh hama dan penyakit. Tanaman bera yang disarankan hendaknya memiliki manfaat ganda.

Bila kebun yang sudah diberakan akan digarap lagi, pohon-pohon yang tumbuh harus dipangkas. Daun-daun hasil pangkasan dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau pakan ternak; kayunya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan kayu bakar, tiang yang kokoh, untuk bahan bangunan sederhana seperti kandang ternak, pagar, dsb.

Masalah yang paling umum adalah adanya akar-akar pepohonan yang nantinya dapat mempersulit saat penggarapan kebun setelah masa bera.

Untuk alasan ini, petani-petani di Nusa Tenggara menganjurkan untuk menanam turi (Sesbania grandiflora) karena sistem prakaranya tidak begitu lebat dan mudah dicabut saat pembersihan kebun.

Baca Juga :