Siswa SD Batal Laksanakan Ujian

Siswa SD Batal Laksanakan Ujian

Siswa SD Batal Laksanakan Ujian

Siswa SD Batal Laksanakan Ujian
Siswa SD Batal Laksanakan Ujian

Ratusan siswa SD Negeri Dayeuhkolot 07, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot,

Kabupaten Bandung, terpaksa batal mengikuti Ujian Tengah Sementer (UTS). Sebab, sekolah tempat mereka belajar terendam luapan sungai Citarum.

Salah satu Guru SDN Dayeuhkolot 07, Ahmad mengatakan, ujian terpaksa ditunda karena sekolah terendam banjir, sehingga ujian akan dilaksanakan hingga air surut.

’’Ditunda karena sekolah kebanjiran. Banjirnya mencapai satu meter lebih,’’ kata Ahmad saat di wawancara, kemarin (5/3).

Menurut Ahmad, sekolahnya tersebut memang langganan terkena banjir. Biasanya apabila sekolah tergenang, proses belajar dipindahkan ke rumah warga yang terletak di Kampung Bolero. Namun saat ini, rumah warga tersebut pun terendam banjir.

’’Paling rencananya UTS akan dilanjutkan jika air sudah surut,’’ ucapnya.

Ahmad pun mengungkapkan, air merendam sekolah sudah 12 hari, namun para guru

dan sebagian siswa pun masih semangat untuk hadir, walaupun banjir dengan berharap ada tempat pengungsian.

’’Meskipun banjir para Guru SDN 07 Dayeuhkolot tak meliburkan siswa, namun apabila banjir besar, untuk keamanan, terpaksa di pulangkan,’’ ungkapnya.

Saat ini, lanjut Ahmad, kelas 1 dan 2 terpaksa di pulangkan, dan untuk kelas 3, 4, 5 dan 6, yang hadir tetap mengikuti KBM di salah seorang rumah Guru SDN Dayeuhkolot 07, tepatnya satu lokasi dengan sekolah tersebut. Terlebih, Hanya 50 persen siswa yang hadir.

’’ Sebagaian lagi yang rumahnya terendam banjir cukup parah, namun UTS tetap di undur, karena siswa yang datang hanya sebagiannya, dan ini mengantisipasi terjadinya soal bocor, sehingga kami menunda UTS tersebut,’’ ungkapnya.

Meskipun pihaknya menunda kegiatan UTS, ucapnya, tetapi SD yang aman dari air

luapan Sungai Citarum. Diketahui oleh Ia, sejumlah sekolah yang terkena dampak luapan sungai Citarum, yakni, SD 7 Dayeuhkolot, SDN 10 Dayeuhkolot, SD Bojongasih 1, 2, SDN leuwibandung 1, 2, dan 3, SD Dayeuhkolot 8, dan 12. Sehingga, keseluruhan SD yang terkena banjir ada 9 SD.

Saat ditanyai terkait belumnya SD Dayeuhkolot 07, Ahmad pun mengaku, sejak tujuh tahun kebelakang, pihaknya telah mengajukan untuk renovasi bangunan sekolah, namun hingga saat ini berlum terealisasikan.

“Pihak sekolah selama tujuh tahun telah meminta untuk di renovasi, namun untuk saat ini belum di realisasikan dan masih begini-begini saja. Saya berharap aset negara ini terselamatkan,” terangnya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/