Pendidikan

Struktur Kulit Bumi

Struktur Kulit Bumi

Struktur Kulit Bumi

Struktur Kulit Bumi

  1. Kerak Bumi 

Bagian paling luar dari kulit bumi dengan ketebalan 0-40 km dan merupakan massa yang heterogen yang terdiri dari berbagai macam batuan. Analisis kimia yang dilakukan terhadap kerak bumi ini membuktikan bahwa beberapa unsur yang membentuk batuan pada umumnya yaitu 02, Si, Al, Fe, Ca, Na, K, dan Mg.


Susunan kerak bumi yang membentuk benua berbeda dengan kerak bumi yang terdapat di bawah samudera. Harry Hess, pada tahun 1960, dengan teori tektonik lempeng-nya membagi kerak bumi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua terdiri dari batuan yang ringan dan banyak mengandung SiO2 (Silika), sedangkan kerak samudera sebagai dasar samudera terdiri dari batu-batuan yang sangat padat berwarna gelap dan miskin akan SiO2. Kedua kerak ini membentuk lempeng-lempeng berukuran raksasa yang disebut dengan Lempeng Benua dan Lempeng Samudera. Lempeng-lempeng itu bergerak di atas mantel bumi dengan kecepatan antara 1- 10 cm / tahun atau 100 km/10 juta tahun. Batas antara lempeng merupakan daerah gempa dan gejala pembentukan pegunungan.


Teori ini didukung oleh data penelitian geologi, geologi kelautan, kemagnetan purba, kegempaan, pendugaan paleontologi, dan pengeboran laut dalam.


Tektonik Lempeng sebagai Teori Tektonik Global yang baru menjalin berbagai konsep dan teori, seperti apungan benua (continental drifi-; Wagener, 1912), arus konveksi (convection current: Holmes, 1923), pemekaran lantai samudera (sea floor spreading: Dietz Harry Hess, 1962) dan sesar mendatar (transform fault; Wilson, 1970). Sebagai pembaharu Teori Tektonik Lempeng antara lain Issack drr (1968), Le Pichon (1968), McKenzie & Parker (1967), Morgan (1968), Hamilton (1968), Ringwood (1969), Dickinson, Dewey & Bird (1970), dan lain sebagainya.


Batas-batas antar lempeng itu berwujud sebagai berikut

  • Pematang tengah samudera (mid ocean ridge). Melalui pematang ini magma dapat keluar membentuk kerak bumi.
  • Sesar mendatar. Terdapat dua lempeng yang saling bergeser.
  • Palung-palung laut dalam. Terdapat dua lempeng yang saling bertemu dan bertumbukan (bertabrakan). Selanjutnya, lempengan samudera akan menyusup atau menunjam ke dalam lempengan benua karena lempengan samudera mempunyai berat jenis yang lebih besar. Pada bidang batas pertemuan atau penyusupan akan ditemui jalur palung laut (oceanic trench), proses pelipatan, dan sesar (fold and fault process) yang disertai adanya kegiatan vulkanisme serta merupakan wilayah rawan gempa. Lempeng kerak samudera terutama terdiri dari batuan Kristalin dengan unsur-unsur utamanya adalah Silisium (Si) Alumunium (Al), karena itu disebut juga dengan Lapisan SiAI. Lempeng samudera terutama terdiri dari unsur Si dan Mg karenanya disebut sebagai Lapisan SiMa. Kerak bumi disebut juga Lapisan Granitis karena batuan dominan pembentuknya adalah dari granit. Sedangkan kerak samudera disebut Basaltis karena batuan pembentuknya adalah Basalt.

  1. Selubung Bumi (Mantle) 

Di bawah kerak bumi, dihubungkan oleh bidang Mohorovicic Discontinuity, terdapat lapisan mantle yang bersifat padat dan membentang sampai ke bagian cair ke dalam bagian bumi, dengan kedalaman mencapai 2.900 km dari dasar kerak bumi. Lapisan ini mengandung banyak mineral Ferro-Magnesium. Susunannya homogen dan untuk mengimbangi gerakan kerak bumi yang tidak stabil, bagian atas mantle dapat berubah sifatnya menjadi plastis atau semi-plastis (vitrous atau glassy).


  1. Inti Bumi (iarysfer)

Berdasarkan sifat-sifat gelombang seismik, para ahli memperkirakan bahwa inti bumi terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Inti luar, bersifat leleh (tidak padat).
  2. Inti dalam, bersifat padat.

Lapisan bumi dalam materi kali ini berisi penjelasan tentang struktur, susunan, karakteristik, dan gambar dari masing-masing lapisan bumi. Pengetahuan tentang bumi terus berkembang dari masa ke masa. Dahulu kala, sebelum IPTEK berkembang, mungkin pengetahuan kita tentang bumi hanya sebatas apa yang tampak di permukaan bumi saja, seperti gunung, lembah, samudera, dan lain sebagainya. Tetapi, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita berhasil maju lebih jauh lagi dengan mengungkap fakta bahwa ternyata bumi memiliki lapisan-lapisan penyusun. Seluruh lapisan inilah yang bergabung menjadi satu dan memberi bentuk bagi bumi.


Sumber: https://themiddlenh.org/shipwrecked-apk/

Similar Posts