Sumsel Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Program Kuliah Gratis

Sumsel Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Program Kuliah Gratis

Sumsel Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Program Kuliah Gratis

Sumsel Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Program Kuliah Gratis
Sumsel Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Program Kuliah Gratis

Program Kuliah Gratis (PKG) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov)

Sumsel akan terus dilanjutkan. Bahkan, tahun 2018 ini dana yang dikucurkan untuk program tersebut mencapai Rp 50,9 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar mengatakan PKG ini terus berlanjut setiap tahunnya. Alokasi dana untuk PKG ini juga mengalami peningkatan.

Seperti di tahun 2015 alokasi dana PKG ini sebesar Rp 30 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan mahasiswa baru di beberapa perguruan tinggi dan program kemitraan untuk program SMK jadi guru di Universitas Negeri Yogyakarta dan UPI Bandung.

“Lalu, untuk program santri jadi dokter di Universitas Negeri Syarif Hidayattulah

dan program beasiswa kemitraan,” kata Nasrun saat ditemui, di Pemprov Sumsel, Selasa (6/2).

Pada 2016, sambung Nasrun, alokasi dana PKG juga meningkat menjadi Rp 40 miliar untuk mahasiswa penerimaan baru dan mahasiswa yang telah berjalan. Sedangkan di 2017 kembali dialokasikan senilai Rp 40 miliar untuk mahasiswa baik itu penerimaan baru maupun yang telah berjalan.

“Nah, untuk tahun ini alokasi dana juga diperuntukkan untuk mahasiswa baru

dan mahasiswa yang berjalan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Erlina menambahkan, untuk calon mahasiswa yang ingin mendapatkan PKG harus memenuhi persyaratan. Diantaranya, memiliki prestasi 10 besar di sekolah, berasal dari keluarga tak mampu, tidak merokok, bebas narkoba, tak bertato, serta lulus seleksi yang diadakan dari perguruan tinggi.

“Nantinya bagi yang gagal dalam seleksi ini dapat mengikuti kembali tahun berikutnya asal umur ijazah masih berlaku yakni tiga tahun setelah lulus dari SMA,” katanya.

Untuk kuota penerimaan, lanjut Erlina saat ini pihaknya masih merincikan karena harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Nantinya, jika sudah terpilih maka uang yang diberikan diperuntukkan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sejauh ini, sudah ada 1.400 orang yang mendapatkan program tersebut. “Mereka ini masih menjalani perkuliahan,” tutupnya.

 

Baca Juga :