Surah Al-Kautsar, Terjemahan, Dan Asbabun Nuzul Serta Kandungan Surahnya

Surah Al-Kautsar, Terjemahan, Dan Asbabun Nuzul Serta Kandungan Surahnya

Surah Al-Kautsar, Terjemahan, Dan Asbabun Nuzul Serta Kandungan Surahnya

Surah Al-Kautsar, Terjemahan, Dan Asbabun Nuzul Serta Kandungan Surahnya
Surah Al-Kautsar, Terjemahan, Dan Asbabun Nuzul Serta Kandungan Surahnya

Surah Al-Kautsar Ayat 1-3

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ١
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ٢
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ ٣

1. Sesungguhnya Kami sudah mempersembahkan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat lantaran Tuhanmu dan berkorbanlah
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci engkau dialah yang terputus.

Asbabun Nuzul

Suarah ini dirturunkan ada dua pendapat :

1. Menurut Ibnu Muzir yang bersumber dari Ibnu juraij menyampaikan bahwa Surah Al-kautsar ini diturunkan berkaitan dengan janjkematian putra Nabi Muhammad saw yang berjulukan Ibrahim. melaluiataubersamaini janjkematian putranya tersebut, dia tidak lagi mempunyai anak laki-laki. Hal tersebut mengundang orang-orang kafir untuk menekan beliau. Orang kafir Quraisy menyampaikan “Bataru Muhammad” (Muhammad sudah terputus keturunannya) ucapan ini sempat membuat hatinya gelisah. Dan untuk menghiburnya Allah SWT menurunkan surah ini.

2. Menurut Ibnu Abi Syaibah yang bersumber dari Ikrimah mengambarkan bahwa lantaran turunnya surah tersebut yakni suatu ketika, Ka’ab bin Astraf (pemimpin yahudi Madinah) hadir ke Mekah. Orang kafit quraisy bertanya kepadanya.”Tuan yakni pemimpin orang Madinah, Bagaimana pendapat tuan wacana si akal-akalan sabar (Muhammad) yang diasingkan oleh kaumnya, yang menganggap dirinya mulia dari pada kita ? padahal, kita yang menyambut orang-orang yang melakukan jamaah haji dan pemdiberi minnuman orang ka’bah”. Ka’ab menjawaban, “Kalian lebih mulia dari padanya”. Pada dikala itulah turun surah Al-Kautsar.

Baca Juga: Rukun Islam

Kandungan Surah

Pada ayat 1. Allah SWT. menyatakan bahwa Dia sudah mempersembahkan nikmat yang banyak kepada Nabi Muhammad. Nikmat yang banyak itu disebutkan sebagai “Al-Kautsar. Ada beberapa penafsiran wacana al-kautsar antara lain :
Anas Bin Malik menyampaikan bahwa kata al kautsar yakni nama sebuah telaga sebelum masuk ke surga, dan telaga ini tempa Nabi Muhammad saw dan para umatnya minum sebelum melanjutkan perjalanan ke surga.
Menurut Ikrimah bahwa al kautsar yakni Nubuwwat (Kenabian)
Menurut Al-hasan yakni Al-Qur’an
Abu Bakar bin Iyyasy dan Yaman bin Raib yakni banyak teman dekat, banyak umat, banyak pengikut.
al- Mawardi yakni namanya disebut dimana-mana dan syafaat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk melindungi umatnya di akhirat
as-Sa.laby yakni suatu mukjizat dari Allah swt sehingga do’a Nabi Muhammad saw. dan umatnya yang shaleh selalu dikabulkan.
Berbagai macam penafsiran ini memang benar adanya, lantaran tiruana itu terdapat pada diri Nabi Muhammad saw. Begitu banyaknya nikmat Allah SWT diberikan kepada makhluknya sebagaimana firman-Nya dalam surah Ibrahim ayat 34 :

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia sudah mempersembahkan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang engkau mohonkan kepadanya. Dan bila engkau menghitung nikmat Allah, tidaklah sanggup engkau menghinggakannya. Sesungguhnya insan itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Pada ayat 2, terdapat dua perintah kepada Nabi Muhammad saw., khususnya dan ummat Islam pada umumnya, yaitu melakukan sholat dan berkurban. Pelaksanaan keduaperintah tersebut sebagai bukti rasa syukur atas segala limpahan nikmat yang sudah didiberikan oleh Allah Swt., yang begitu banyak. Namun perintah sholat yang terdapat pada ayat tesebut para ulama tidak sama-beda penafsirannya diantaranya :
– Menurut ad-Dahaq sebagaimana yang diterima dari Ibnu Abbas menyampaikan bahwa sholat yang dimaksud yakni sholat lima waktu. Ia beralasan bahwa sholat lima waktu yakni tiang agama.
– Saad bin Zubair mnafsirkan bahwa sholat yang dimaksud yakni sholat subuh.
Sesudah perintah sholat, maka diikuti perintah berkurban. Kurban yakni ialah ibadah yang mengandung dua dimensi yakni sebagai ibadah kepada Allah dan juga sebagai wujud kepedulian sosial (ibadah sosial). Karena berkurban yakni manifestasi ketaatan dan keikhlasan untuk diberibadah kepada Allah dan penyembelihan kurban harus dilaksanakan dengan menyebut nama Allah sehingga jauh dari unsur kemusyirikan. sepertiyang firman Allah dalam surah Al-an’am ayat 162

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: bergotong-royong sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku spesialuntuklah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Kurban juga mempunyai ibadah sosial oleh lantaran dagingnya sebagian besar dibagikan kepada masyarakat utamanya pada fakir miskin. sebagaimana firman Allah dalam surah al-Hajji ayat 28 :
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Supaya mereka menyaksikan banyak sekali manfaat bagi mereka dan biar mereka menyebut nama Allah pada hari yang sudah ditentukan atas rezeki yang Allah sudah diberikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) diberikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir”.
Pada ayat 3, Allah Swt, mengambarkan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad Saw, dan risalahnya, maka akan terputus dari rahmat-Nya.Dalam ayat tersebut terdapat lafal “al-abtar” meurut kebiasaan orang arab, kata tersebut biasanya digunakan untuk menyebut orang yang tidak mempunyai anak laki-laki.

Nabi Muhammad Saw., mempunyai tujuh orang anak, empat wanita dan tiga laki-laki. Keempat anak perempuannya yaitu, Zainab, Ruqayah, Ummu Kalsum dan Fatimah. ketiganya meninggal lebih duluan dan fatimah meninggal sesudah Nabi Saw meninggal. Sedangkan ketiga anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil, mereka yakni Abdullah, Qasim, dan Ibrahim. melaluiataubersamaini demikian dia tidak lagi mempunyai anak laki-laki. Oleh lantaran itu, orang-orang kafir menyampaikan Muhammad sudah terputus keturunannya, dan mereka merasa senang lantaran dakwah Islam akan terputus dan berakhir, lantaran anak pria yang dia dambakan sudah tidak ada.