Tahap Menuju Kekedewasaan (the drive to maturity)

Tahap Menuju Kekedewasaan (the drive to maturity)

Tahap Menuju Kekedewasaan (the drive to maturity)

Tahap Menuju Kekedewasaan (the drive to maturity)
Tahap Menuju Kekedewasaan (the drive to maturity)

 

Tahap menuju kedewasaan diartikan Rostow

sebagai masa dimana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada hampir semua kegiatan produksi. Pada tahap ini sektor-sektor pemimpin baru akan muncul menggantikan sektor-sektor pemimpin lama yang akan mengalami kemunduran. Sektor-sektor pemimpin baru ini coraknya ditentukan oleh perkembangan teknologi, kekayaan alam, sifat-sifat dari tahap lepas landas yang terjadi, dan juga oleh kebijaksanaan pemerintah.

Tahap pergerakan menuju kematangan ekonomi ciri-cirinya:

  1. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
  2. Diversifikasi industri
  3. Penggunaan teknologi secara meluas
  4. Pembangunan di sektor-sektor baru
  5. Investasi dan tabungan meningkat 10 – 20 % dari pendapatan nasional.

Tahap era konsumsi-massal tingkat tinggi (the age of high mass-consumption)

Dalam hal prekondisi untuk meningkatkan ekonomi suatu negara, penekanannya terdapat pada keseluruhan proses di mana masyarakat berkembang dari suatu tahap ke tahap yang lain.

Tahap era konsumsi-massal tingkat tinggi dengan:

  • Proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa;
  • Meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa;
  • Peningkatan atas belanja jasa-jasa kemakmuran

 

Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi

  • Faktor sumber daya manusia
  • Faktor sumber daya alam
  • Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Faktor budaya
  • Sumber daya modal

Hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

>> Akumulasi Modal

Capital accumulation terjadi sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output. Pengadaan peralatan kerja, mesin-mesin, bahan baku dapat meningkatkan stock modal suatu negara dan memungkinkan terjadinya peningkatan output di masa mendatang.

>> Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja

Secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Dimana jumlah tenaga kerja lebih besar akan menambah tenaga yang produktif. Di negara berkembang kelebihan tenaga kerja bukan menjadi hal positif atau negatif tetapi sepenuhnya tergantung kepada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan memanfaatkan tenaga kerja tersebut.

>> Kemajuan teknologi

Bagi kebanyakan ekonom merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang sangat penting. Kemajuan teknologi terjadi karena ditemukan cara baru yang efektif untuk menangani setiap pekerjaan.

Kemajuan teknologi diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu

Kemajuan teknologi yang netral (neutral technological progress)

Teknologi ini memungkinkan mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi karena menggunakan jumlah faktor input yang sama, serta inovasi-inovasi yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikkan konsumsi masyarakat.

 

Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labour saving technological progress)

Kemajuan teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa untuk menghemat pemakaian modal atau tenaga kerja. Penggunaan komputer, mesin otomatis, dll.

 

Kemajuan teknologi hemat modal (capital saving technological progress)

Penerapan teknologi mampu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum. Kemajuan ini terjadi jika penggunaan teknologi memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yang lebih produktif.

 

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Posisi negara-negara berkembang dewasa ini banyak hal yang berbeda dengan yang dimiliki oleh negara-negara maju pada saat lepas landa ke arah era pertumbuhan ekonomi modern. Dalam kondisi awal tersebut.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11145-pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli