Umum

Tawakkal

Table of Contents

Tawakkal

Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Seperti yang terdapat dalam QS. Ath-Thalaq (65) : 3 yang berbunyi:

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya”

Beliau Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

لَوْتَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْا خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا.

“ Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah SWT, dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia memberi kamu rizki seperti Dia memberinya kepada kawanan burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.

Jadi pada dasarnya inti dari aplikasi kita yang kedua ini adalah kesadaran hati bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah SWT, yang bermanfaat ataupun yang bermudharat, yang menyenangkan maupun menyusahkan. Mewujudkan tawakkal bukan berarti meniadakan usaha (ikhtiyar), karena Allah telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk berusaha sekaligus bertawakkal, yakni berusaha dengan seluruh anggota badaan dan bertawakkal dengan hati merupakan perwujudan iman kepada Allah.

Ikhlas

Ikhlas menurut KH. Ahmad Rifa’i didefinisikan sebagai berikut: ikhlas secara bahasa adalah bersih, sedangkan menurut istilah adlah membersihkan hati agar ia menuju kepada Allah semata dalam melaksanakan ibadah, dan hati tidak boleh menuju selain kepada Allah.  Maka dapat kita tarik persepsi bahwa ikhlas sendiri inilah yang menunjukkan kesucian hati untuk menuju hanya kepada Allah, karena apa, karena Allah tidak menerima ibadah seorang hamba kecuali dengan niat ikhlas karena Allah semata dan perbuatan itu haruslah sah dan benar menurut syari’ah islam.

Dalam Al-Qur’an telah disebutkan beberapa dalil tentang anjuran ikhlas, yang antara lain adalah QS. Al-An’am (6):162-163.

 “162: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. 163: Tiada sekutu bagiNya:dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

Pos-pos Terbaru

Similar Posts