Uncategorized

 Teori permintaan islami

 Teori permintaan islami Teori permintaan islami

Secara sederhana demand dalam pendekatan ekonomi menunjukkan tingkat permintaan akan suatu produk atau jasa dari konsumen, sedangkan supply menunjukkan jumlah produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen atau penjual. Adapun hukum permintaan yang lazim dipahami adalah “Apabila harga barang naik maka jumlah yang diminta akan turun sebaliknya jika harga turun jumlah yang diminta akan naik”.

Sesungguhnya permintaan yang dilakukan oleh seorang muslim dalam upaya melakukan konsumsi merupakan cara untuk menciptakan maslahah, bukan untuk kepuasan pribadi. Oleh karena itu, dalam menganalisa permintaan konsumen muslim akan sangat erat kaitannya dengan pola dan etika konsumsi seorang muslim.

Terdapat dua pendekatan untuk mengetahui perilaku konsumen, yaitu pendekatan mashlahah marginal dan pendekatan iso-mashlahah. Pendekatan mashlahah marginal menganggap manfaat dan berkah bisa dirasakan dan diukur oleh konsumen. Pendekatan iso-mashlahah didasarkan pada pandangan bahwa mashlahah, terutama berkah hanya bisa dirakan namun tidak bisa diukur seberapa besarnya. Konsumen hanya bisa membandingkan tinggi rendahnya berkah antar kegiatan konsumsi.[7]

  1. Teori produksi islami

Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan disttribusi. Kegiatan produksi adalah proses yang menghasilkan barang dan jasa, kemudian dikonsumsi oleh para konsumen. Untuk menghasilkan barang dan jasa, kegiatan produksi melibatkan banyak faktor produksi.[8]

            Imam Al-Ghazali memberikan perhatian yang cukup besar terhadap teori produksi dalam ekonomi Islam. Ia menggambarkan bermacam ragam aktivitas produksi dalam masyarakat. Ia juga mengklasifikasi aktivitas produksi menurut kepentingan sosialnya dan menitikberatkan perlunya kerjasama dan koordinasi. Fokus utamanya adalah tentang jenis aktivitas yang sesuai dengan dasar-dasar etos kerja Islam.

 

Pos-pos Terbaru

Similar Posts