Tujuh Mahasiswa Asing Buat Sekolah dan UMKM di Malang Go Internasional

Tujuh Mahasiswa Asing Buat Sekolah dan UMKM di Malang Go Internasional

Tujuh Mahasiswa Asing Buat Sekolah dan UMKM di Malang Go Internasional

Tujuh Mahasiswa Asing Buat Sekolah dan UMKM di Malang Go Internasional
Tujuh Mahasiswa Asing Buat Sekolah dan UMKM di Malang Go Internasional

Tujuh mahasiswa asing asal China, India, dan Bangladesh akan melaksanakan proyek sosial

yang dibuat oleh AIESEC UMM, yakni Dream School Project dan E-Volution Project.

Program ini merupakan bentuk dukungan dan aksi nyata AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) yang digaungkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2015.

“Dua proyek ini kolaborasi. Jadi kami waktu menyusun proyek ini tidak mau hanya memberi pengalaman mengajar ke exchange participants-nya tapi juga pengalaman lain dalam membangun usaha masyarakat lokal,” ungkap Vice President AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dian Kresnawan, Jumat (2/2).

Seluruh mahasiswa asing tersebut akan melaksanakan projek sosial yang dibuat oleh AIESEC UMM

, yakni Dream School Project dan E-Volution Project.

Ditambahkan oleh Dian, Dream School Project merupakan projek sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa di daerah pinggiran Malang Raya terhadap kemajuan pendidikan era modern dan sekaligus mendukung SDGs poin ke empat.

Dia menjelaskan, kalau untuk Dream School Project tujuannya meningkatkan pengetahuan berinovasi dan berkereasi dengan kurikulum yang ada kepada guru.

Sementara itu, E-Volution Project juga merupakan proyek sosial yang fokus untuk membantu pelaku  Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam membangun daya saing dan inovasi baru pada produk UKM yang mereka produksi.

Dua project besar AIESEC UMM ini bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya SD Tlogomas

2, SD Cemorokandang, SMP Cemorokandang, MI Al-Huda, MTS Al-Huda, serta Paguyuban UKM Amazing Malang Raya.

Di akhir, Dream School Project akan menghasilkan buku panduan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah partner project AISEC.

Sementara untuk E-Volution, mahasiswa asing ini dapat memmbantu pelaku UKM membuat skema produksi yang menghasilkan banyak profit serta meningkatkan kualitas produk hasil UKM.

Short goals-nya itu untuk Dream School, sekolah punya satu dua hal lain yang dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada di sekolah tersebut. Kemudian untuk E-Volution adalah bisa berkembangnya UKM itu,” tegas Dalam waktu pp mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMM ini.

Dua proyek ini direncanakan akan berlangsung selama enam minggu. Selain menerima mahasiswa asing dari beberapa negara, AIESEC UMM melalui program exchange students juga memberangkatkan 20 mahasiswa Indonesia ke beberapa negara. Misalnya saja Turki, Ukraine, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Srilanka.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/puisi-lama/