Umpan Mancing Ikan Kakap Merah Yang Ampuh

Umpan Mancing Ikan Kakap Merah yang Ampuh

Umpan Mancing Ikan Kakap Merah Yang Ampuh

Umpan Mancing Ikan Kakap Merah yang Ampuh
Umpan Mancing Ikan Kakap Merah yang Ampuh

Bagaimana cara membuat bak tanah biar tidak bocor? Ada banyak ragam bak yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan. Salah satunya yakni bak tanah. Kolam ini termasuk bak tradisional, di mana seluruh konstruksinya terbuat dari material tanah. Kelebihan-kelebihannya antara lain biaya pembuatannya murah, perawatannya lebih mudah, dan tersedia pakan alami ikan di dalamnya.

Syarat utama untuk membuat bak tanah yakni lokasi yang dipilih harus mengandung tanah yang bersifat liat. Dengan demikian, tanah tersebut mampu menyimpan air dan tidak gampang bocor. Kolam dapat dibangun menjadi beragam bentuk menyerupai kotak, persegi panjang, lingkaran, segitiga, dan sebagainya. Yang harus diperhatikan dalam membuat bak tanah yakni persyaratan teknisnya harus terpenuhi. Simak panduan langkah-langkah pembuatan bak tanah sebagai berikut :

Pematang Kolam

Fungsi utama pematang yakni untuk menahan air di dalam bak supaya tidak keluar. Kaprikornus tanah yang dipakai untuk pembuatan struktur ini harus bersifat kompak, tahan air, dan tidak mudah bocor. Disarankan untuk menggunakan tanah yang berjenis liat atau tanah liat berpasir. Ciri-ciri dari tanah ini antara lain bersifat lengket, memiliki pori-pori yang berukuran tidak terlalu besar, tidak gampang pecah, dan sanggup menahan massa air.

Sesuaikan ukuran pematang dengan ukuran keseluruhan bak tersebut. Sesuaikan pula tinggi pematang terhadap kedalaman air kolam. Ada baiknya dasar pematang ini ditanamkan di dalam bak dengan kedalaman sekitar 20 cm dihitung dari permukaan dasar kolam. Ada dua bentuk pematang yang biasa melengkapi bak tanah yaitu pematang berbentuk trapesium sama kaki dengan kemiringan 1:1 serta pematang berbentuk sembarang dengan kemiringan 1:1,5.

ikan hiu megalodon – Sebagai contoh, pada ketika Anda akan membuat bak yang memiliki luas 200 m2 dengan pematang berbentuk trapesium sama kaki, maka lebar pematang bab atas yakni 1 m, lebar pematang bab bawah 3 m, dan kedalaman bak 1 m. Sedangkan jika pematangnya ingin dibangun dengan bentuk trapesium sembarang, otomatis ukuran lebar pematang bab atas ialah 1 m, lebar pematang bab bawah 4,5 m, dan kedalaman bak 1 m.

Dasar Kolam

Permukaan dasar bak sebaiknya dibuat dengan bentuk yang miring ke arah kanal pembuangan air. Tujuannya yakni untuk memudahkan Anda dalam menguras/ mengeringkan isi bak tanah tersebut. Tingkat kemiringan dasar bak yang ideal berkisar antara 1-2 persen. Ini berarti ada perbedaan ketinggian sekitar 1-2 m setiap jarak 100 m.

Pengukuran tingkat kemiringan dasar bak mampu dilakukan dengan pinjaman pipa yang berukuran kecil. Caranya pasang sebatang kayu/bambu di masing-masing ujung pintu pemasukan dan pengeluaran air. selanjutnya rentangkan selang yang telah diisi dengan air ini, satu ujung selang ada di pintu pemasukan air dan satu ujungnya lagi diletakkan di erat pintu pengeluaran air. Perbedaan tinggi muka air di dalam selang tersebut membuktikan adanya perbedaan ketinggian di dasar kolam.

Saluran Air

Ada dua buah kanal air yang biasa melengkapi bak tanah. Di antaranya yaitu kanal keliling (caren) dan kanal tengah (kemalir). Tiap-tiap kanal tersebut sebaiknya dibuat dengan posisi yang miring ke arah pintu pengeluaran air. Gunanya ialah untuk memudahkan Anda dalam mengeringkan bak dan memanen ikan hasil budidaya.

Pintu Air

Kolam tanah yang cantik wajib dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran air yang terpisah. Kedua pintu air ini idealnya dibangun di tengah-tengah sisi bak yang terpendek supaya sirkulasi air di dalam bak tersebut senantiasa lancar. Alternatif lainnya yakni membangun pintu pemasukan dan pengeluaran air berada di sudut-sudut bak dengan posisi yang diagonal. Meskipun pembuatannya lebih mudah, namun posisi pintu yang terletak di sudut menimbulkan air bak tidak mampu berganti secara penuh dan proses pengurasannya pun menjadi lebih lama.

Untuk bak tanah, material yang digunakan untuk membuat pintu air ini biasanya berupa bambu atau pipa paralon. Pintu pemasukan air sebaiknya dibangun dengan posisi yang sejajar dengan permukaan tanggul. Sedangkan letak pintu pengeluaran yang paling baik berada di ketinggian yang sama dengan tinggi muka air bak atau dibuat dengan membentuk aksara L.