Unsur-Unsur Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana

Unsur-Unsur Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana

Unsur-Unsur Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana

Unsur-Unsur Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana
Unsur-Unsur Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana

Sistematika proposal kegiatan ilmiah sederhana juga berbentuk sederhana meliputi unsur-unsur berikut.

1) Nama kegiatan ilmiah (judul)

Judul merupakan cerminan dari keseluruhan rencana penelitiannya,  karenanya merupakan unsur yang paling penting dan merupakan “wajah” pengenal rencana penelitiannya tersebut.

2) Latar belakang/Dasar penelitian

Latar belakang penelitian memuat alasan-alasan mengapa topik  seperti yang tercantum di dalam judul penelitian itu diteliti.

3) Ruang lingkup masalah

Hasil paparan permasalahan dalam latar belakang untuk lebih  jelas diuraikan dalam bentuk ruang lingkup/identifikasi masalah. Identifikasi ini memperlihatkan berbagai kemungkinan masalah yang muncul dan yang dapat diteliti.

Contoh Identifikasi Masalah Penelitian Ilmiah

Berikut ini adalah contoh identifikasi masalah penelitian ilmiah yang  berkaitan dengan pengamatan terhadap profesi pemulung di DKI.

Ruang lingkup masalahnya, misalnya sebagai berikut:

  1. Permasalahan sosial apa sajakah yang ada di  DKI Jakarta?
  2. Permasalahan sosial apa sajakah yang menyangkut dengan ketenagakerjaan di   DKI Jakarta?
  3. Bagaimanakah tingkat kepedulian masyarakat DKI Jakarta terhadap permasalahan sosial yang ada di wilayahnya?
  4. Solusi apa sajakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di DKI Jakarta?
  5. Latar belakang apakah yang membuat para pemulung memilih profesi sebagai pemulung?
  6. Apakah keluarga pemulung ikut serta pula menjadi pemulung?
  7. Bagaimanakah riwayat ekonomi dan pekerjaan para pemulung sebelumnya?
  8. Berapakah penghasilan rata-rata pemulung setiap hari?
  9. Bagaimanakah tingkat kepuasan para pemulung terhadap  penghasilan yang diperoleh serta profesi yang dijalaninya?
  10. Bagaimanakah pandangan para pemulung  terhadap  pendidikan keluarganya?
  11. Bagaimanakah gambaran para pemulung terhadap masa  depan hidupnya?
  12. Bagaimanakah lingkungan tempat tinggal dan lingkungan  sosial para pemulung?
  13. Bagaimanakah gambaran iklim kesejawatan di antara para  pemulung?

 

4) Pembatasan masalah

Berdasarkan identifikasi ditetapkan batasan permasalahan.  Pembatasan masalah penelitian berupa penetapan lingkup permasalahan dari berbagai masalah yang teridentifikasi sesuai dengan tujuan penelitian.

5) Teknik/metode yang digunakan

Dalam hal ini dijelaskan populasi dan sampel penelitian (jika  penelitian sampling) dan teknik pengambilan sampelnya. Jika bukan penelitian sampling atau sensus (populasi), dijelaskan siapa informan yang menjadi subjek penelitian. Selanjutnya metode (teknik) pengumpulan data juga dijelaskan, dan demikian pula metode analisis data yang akan dipergunakan.

6) Tujuan dan manfaat kegiatan

Di sini, dijelaskan apa saja tujuan kegiatan atau penelitian. Lalu dijelaskan bpupki pula jika telah diteliti hasilnya akan bermanfaat untuk apa dan untuk siapa.

7) Program kegiatan

Pada bagian ini, penyusun proposal akan menyajikan jadwal  atau pembagian waktu pelaksanaan kerja. Jadwal atau program pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan gambaran kepada penerima proposal tentang kegiatan sejak dari awal hingga akhir.

9) Lokasi dan waktu kegiatan

Dalam proposal juga dijelaskan kapan dan di mana program  kegiatan secara keseluruhan dilakukan atau dilaksanakan.

10) Biaya kegiatan

Pada bagian ini dipaparkan perincian anggaran dari pemasukan hingga biaya-biaya yang akan dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan. Dalam penyusunan anggaran diusahakan harus efisien dan logis.

11) Penutup

Bagian ini berisi penegasan permohonan persetujuan pihak yang  berwenang menyetujui, seperti kepala sekolah, harapan-harapan, dan ucapan terima kasih. Proposal diakhiri dengan penulisan tanggal pengajuan proposal dan tanda tangan penanggung jawab proposal.